Kenapa Stainless Steel Lebih Aman untuk Memasak?

Kenapa Stainless Steel Lebih Aman untuk Memasak?

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 19 Mar 2026 14:26 WIB
Stacks of metal frying pans on a counter in a professional kitchen
Blurred background
Stainless steel. Foto: Getty Images/Pyrosky
Jakarta -

Saat memasak makanan, seringkali enak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Tidak kalah pentingnya adalah memastikan nutrisi dalam makanan tidak rusak atau malah bereaksi jadi sesuatu yang membahayakan.

Selain karena kontaminasi dari luar, rusaknya makanan juga bisa disebabkan oleh kualitas peralatan memasak yang kurang baik. Misalnya, peralatan yang mudah berkarat.

Praktisi kesehatan dr Anton D Saputra, SpA, AIFO-K, dalam perbincangan dengan detikcom mengatakan, karat menyebabkan permukaan alat masak jadi berpori. Akibatnya, bakteri mudah sekali tumbuh dan mencemari makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ancaman keamanan pangan juga bisa datang dari bahan yang dapat melepaskan partikel berbahaya. Beberapa bahan antilengket seperti polimer Polytetrafluoroethylene (PTFE) atau kerap disebut teflon belakangan banyak dihindari karena alasan tersebut, utamanya ketika permukaannya mulai ada yang tergores.

Sanken Rice Cooker Stainless Steel SJ-200Sanken Rice Cooker Stainless Steel SJ-200 Foto: dok. Sanken Indonesia

ADVERTISEMENT

Bicara soal keamanan, dr Anton menyebut kaca merupakan bahan paling ideal karena bersifat inert. Artinya, bahan ini tidak bereaksi dengan makanan atau minuman maupun faktor lingkungan.

Namun demikian, kaca bukan tanpa kelemahan. Selain mahal, juga mudah pecah. Karenanya, bahan stainless steel kini mulai banyak dilirik sebagai alternatif yang aman sekaligus lebih tangguh untuk peralatan memasak.

"Stainless kan kita tahu tahan karat ya. Tapi stainless-nya juga nggak bisa sembarangan. Dia ada grade-grade-nya kan, ada stainless steel 304," terang dr Anton.




(up/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads