Saat memasak makanan, seringkali enak bukan satu-satunya ukuran keberhasilan. Tidak kalah pentingnya adalah memastikan nutrisi dalam makanan tidak rusak atau malah bereaksi jadi sesuatu yang membahayakan.
Selain karena kontaminasi dari luar, rusaknya makanan juga bisa disebabkan oleh kualitas peralatan memasak yang kurang baik. Misalnya, peralatan yang mudah berkarat.
Praktisi kesehatan dr Anton D Saputra, SpA, AIFO-K, dalam perbincangan dengan detikcom mengatakan, karat menyebabkan permukaan alat masak jadi berpori. Akibatnya, bakteri mudah sekali tumbuh dan mencemari makanan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ancaman keamanan pangan juga bisa datang dari bahan yang dapat melepaskan partikel berbahaya. Beberapa bahan antilengket seperti polimer Polytetrafluoroethylene (PTFE) atau kerap disebut teflon belakangan banyak dihindari karena alasan tersebut, utamanya ketika permukaannya mulai ada yang tergores.
Sanken Rice Cooker Stainless Steel SJ-200 Foto: dok. Sanken Indonesia |
Bicara soal keamanan, dr Anton menyebut kaca merupakan bahan paling ideal karena bersifat inert. Artinya, bahan ini tidak bereaksi dengan makanan atau minuman maupun faktor lingkungan.
Namun demikian, kaca bukan tanpa kelemahan. Selain mahal, juga mudah pecah. Karenanya, bahan stainless steel kini mulai banyak dilirik sebagai alternatif yang aman sekaligus lebih tangguh untuk peralatan memasak.
"Stainless kan kita tahu tahan karat ya. Tapi stainless-nya juga nggak bisa sembarangan. Dia ada grade-grade-nya kan, ada stainless steel 304," terang dr Anton.
(up/up)












































