Urusan makan enak, rasa memang penting. Tapi di atas enak, sehat pasti jadi prioritas yang tidak kalah pentingnya.
Makanan atau minuman sehat antara lain dipengaruhi oleh kandungan nutrisinya. Namun yang kerap terlupakan, sehat juga ditentukan dari proses memasak hingga menyimpannya.
Banyak produk peralatan rumah tangga dalam kehidupan sehari-hari bersinggungan langsung dengan makanan dan minuman. Berbagai peralatan tersebut menggunakan bahan yang juga bervariasi, ada yang kualitasnya baik dan ada yang kurang baik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Plastik misalnya, jenisnya cukup beragam dan tidak semua food grade. Beberapa jenis plastik seperti Polycarbonate (PC) memiliki komponen Bisphenol A (BPA) yang bisa lepas jika rusak, dan mencemari makanan atau minuman yang bersinggungan.
Begitupun peralatan untuk memasak. Coating Polytetrafluoroethylene (PTFE) atau teflon sebagai pelapis antilengket, mesti dianggap relatif aman, tetap punya risiko melepas partikel kimia ketika di permukaannya sudah mulai banyak goresan.
Material yang inert seperti kaca sering jadi pilihan karena alasan tersebut. Bahan ini sejak lama diyakini, dan memang terbukti, stabil saat berkontak dengan bahan-bahan dalam makanan maupun minuman.
Sanken Rice Cooker Stainless Steel SJ-200 Foto: dok. Sanken Indonesia |
Sayangnya, material kaca juga kurang disukai karena mudah pecah. Praktisi kesehatan dr Anton D Saputra, SpA, AIFO-K mengatakan, material stainless steel yang food grade banyak dipilih sebagai alternatif karena selain stabil juga kokoh dan mudah dibersihkan.
"Kalau peralatannya berkualitas, itu bisa meminimalisir lah perpindahan bahan kimia atau zat-zat yang kita tidak inginkan untuk masuk ke dalam makanan," terang dr Anton dalam perbincangan dengan detikcom.
"Terutama kalau peralatan makan misalnya sudah rusak, sudah lecet, ya pastinya kita harus hindarin," lanjutnya.
Simak Video "Mengandung Bisphenol A, Botol Bermerek Olimpiade Paris 2024 Ditarik"
[Gambas:Video 20detik] (up/up)











































