Mengapa Banyak Orang Merasa Harus 'Tampil Sukses' saat Lebaran? Ini Kata Psikiater

Mengapa Banyak Orang Merasa Harus 'Tampil Sukses' saat Lebaran? Ini Kata Psikiater

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Sabtu, 21 Mar 2026 11:05 WIB
Ilustrasi Lebaran
Foto: Getty Images/Rani Nurlaela Desandi
Jakarta -

Lebaran semestinya jadi momen paling hangat. Keluarga pulang ke rumah, saling bermaaf-maafan, makan opor, sampai menikmati waktu bersama keluarga.

Namun bagi banyak orang, Hari Raya bukan cuma soal ketupat dan silaturahmi. Ada satu 'ritual' menyebalkan yang diam-diam ikut hadir yakni kewajiban untuk tampil sukses atau terlihat berhasil di depan yang lain.

Menurut spesialis kesehatan jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ hal seperti ini bisa dijelaskan secara psikologis seperti butuh pengakuan, tak ingin kalah dari yang lain, membangun citra diri, hingga mekanisme pertahanan diri dari rasa tidak aman.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kadang, yang terlihat percaya diri, sebenarnya sedang menutupi luka, yang paling keras dipamerkan, seringkali yang paling rapuh disembunyikan," kata dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Jumat (20/3/2026).

ADVERTISEMENT

dr Lahargo membagikan beberapa tips agar Lebaran tahun ini bisa tetap sehat secara mental dan tidak kehilangan maknanya, berikut sarannya:

  1. Kenali batas diri. Sadari kapan mulai lelah, tersinggung, atau tertekan
  2. Pasang batas sehat. Boleh kok menolak pertanyaan-pertanyaan yang terlalu personal
  3. Pilih safe circle. Dekati orang-orang yang membuat nyaman dan aman.
  4. Latih respons, bukan reaksi. Coba jawab dengan tenang, bukan emosional.
  5. Fokus pada proses diri sendiri, jangan bandingkan dengan orang lain.
  6. Kembali ke makna spiritual karena lebaran adalah tentang maaf.
  7. Kurangi overexposure sosial media.
  8. Self compassion atau berdamai dengan diri sendiri.

"Jika Lebaran tahun ini terasa berat, itu bukan tanda kegagalan,itu tanda bahwa kamu manusia, yang sedang berproses. Tidak semua orang pulang dengan hati ringan. Tapi semua orang berhak untuk pulih," tutup dr Lahargo.




(dpy/up)
Awas Kena Mental di Momen Silaturahmi
3 Konten
Lebaran seharusnya jadi momen silaturahmi yang membahagiakan. Namun hal itu tidak selalu berlaku pada semua orang, ada juga yang malah tertekan. Bertemu banyak orang berarti juga bertemu banyak pertanyaan random yang mengusik mental health.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads