Momen Lebaran kerap jadi ajang 'balas dendam' menyantap hidangan bersantan dan berlemak seperti opor ayam hingga rendang. Namun, pakar mengingatkan bahwa obat penurun kolesterol seperti simvastatin bukanlah solusi instan setelah makan berlebihan.
Pakar farmasi Universitas Gadjah Mada Prof Zullies Ikawati, menegaskan simvastatin tidak bekerja menetralisir lemak dari makanan yang baru saja dikonsumsi.
"Simvastatin tidak diminum langsung setelah makan berlemak. Obat ini bekerja menghambat pembentukan kolesterol di hati, bukan menetralisir lemak dari makanan yang baru dikonsumsi," ujar Prof Zullies saat dihubungi detikcom Minggu(22/3/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bukan 'Obat Penyelamat' Setelah Makan Berlemak
Menurutnya, anggapan bahwa simvastatin bisa langsung diminum setelah kalap makan opor atau rendang adalah keliru. Obat ini tidak bekerja secara instan terhadap lemak yang masuk ke tubuh.
Sebaliknya, simvastatin berfungsi menekan produksi kolesterol dalam tubuh, sehingga efeknya tidak berkaitan langsung dengan waktu makan.
Baca juga: Lebaran Tiba, Berat Badan Apa Kabar? |
Waktu Terbaik Minum Simvastatin
Prof Zullies menjelaskan simvastatin justru sebaiknya diminum pada malam hari sebelum tidur.
"Produksi kolesterol tubuh paling tinggi terjadi pada malam hari, sehingga simvastatin sebaiknya diminum sebelum tidur agar efeknya lebih optimal," jelasnya.
Ia menambahkan, hal ini juga berkaitan dengan waktu paruh simvastatin yang relatif pendek, sehingga kerja obat lebih efektif jika diminum saat malam.
Menurutnya, penting untuk konsisten mengonsumsi obat.
"Simvastatin sebaiknya diminum rutin setiap hari pada malam hari, bukan berdasarkan kapan kita makan makanan berlemak," tegasnya.
Simak Video "Video: Punya GERD, Amankah Menyantap Daging Kurban?"
[Gambas:Video 20detik] (naf/up)










































