Dokter Internship Meninggal Diduga Campak, Kemenkes Ungkit Pengaruh Gerakan Antivaksin!

Dokter Internship Meninggal Diduga Campak, Kemenkes Ungkit Pengaruh Gerakan Antivaksin!

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 27 Mar 2026 15:03 WIB
Asian Beautiful Doctor Nurse woman in uniform with stethoscope, rubber gloves, mask check syringe injection, portrait , studio lighting dark background four back light flare silhouette copy space
Foto: Getty Images/iStockphoto/JadeThaiCatwalk
Jakarta -

Berkaca dari kasus meninggalnya dokter internship di Cianjur, campak tidak hanya menyerang usia anak, tetapi juga kelompok dewasa. Setiap orang berisiko terpapar, terlebih saat herd immunity atau kekebalan komunitas atau kelompok belum terbentuk imbas rendahnya imunisasi.

Kementerian Kesehatan RI menyebut salah satu penyebabnya adalah provokasi atau gerakan kelompok antivaksin yang kian masif, hingga media sosial. Walhasil, tidak sedikit masyarakat yang ragu, enggan, bahkan mundur dari jadwal imunisasi awal.

Padahal, keputusan untuk tidak divaksinasi bukan hanya berdampak pada individu, melainkan juga orang di sekitarnya. Tanpa vaksinasi, tubuh tidak memiliki perlindungan optimal dan dapat menghambat terbentuknya kekebalan kelompok atau herd immunity.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pilihan untuk tidak divaksin tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga keluarga dan masyarakat luas," demikian imbauan Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Aji Muhawarman, saat dikonfirmasi detikcom, Jumat (27/3/2026).

ADVERTISEMENT

Kemenkes menegaskan, vaksinasi salah satu intervensi kesehatan masyarakat yang paling efektif dan efisien. Berbagai kajian ilmiah menunjukkan vaksin mampu mencegah penyebaran penyakit sekaligus menekan angka kesakitan dan kematian.

Selain itu, vaksin yang digunakan di Indonesia telah melalui uji ketat terkait keamanan, kualitas, dan khasiat. Vaksin juga telah mendapatkan rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) serta izin edar dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).



Secara historis, vaksinasi terbukti berhasil menekan bahkan memberantas sejumlah penyakit menular berbahaya di dunia, seperti cacar dan polio.

Terkait efek samping, Kemenkes memastikan bahwa reaksi setelah vaksinasi umumnya bersifat ringan dan sementara. Meski tidak memberikan perlindungan 100 persen, vaksin terbukti mampu menurunkan risiko gejala berat hingga kematian akibat penyakit.

Kemenkes berharap masyarakat semakin bijak dalam menerima informasi, serta tidak mudah terpengaruh narasi yang tidak didukung bukti ilmiah, terutama yang berkaitan dengan kesehatan publik.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Kemenkes soal Kronologi 2 Kasus Campak WN Australia yang Sempat ke RI"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Dokter Meninggal Suspek Campak
14 Konten
Seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship di Cianjur, meninggal dunia (26/3). Ada dugaan campak dan komplikasi pneumonia di balik kabar duka tersebut.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads