Resmi Berlaku! Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Kini Dibatasi

Resmi Berlaku! Akses Medsos Anak di Bawah 16 Tahun Kini Dibatasi

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Sabtu, 28 Mar 2026 15:06 WIB
Window, smartphone and girl on social media, connection and search internet in house. Young female, kid and child with phone, online reading or communication being calm, playing games, device or chat
Ilustrasi anak bermain media sosial (Foto: Getty Images/AlexanderFord)
Jakarta -

Pemerintah resmi memberlakukan aturan pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun mulai hari ini, 28 Maret 2026.

Kebijakan ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas yang bertujuan memperkuat perlindungan anak di ruang digital.

Aturan ini diharapkan dapat menyelamatkan anak-anak yang masih di bawah usia tertentu mendapatkan paparan buruk dari media sosial. Menurut dokter spesialis anak, dr Denta Satria Kurniawan, SpA medsos bisa mengganggu tumbuh kembang fisik, kognitif, dan emosional anak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Media sosial dapat memberikan manfaat jika digunakan dengan bijak, namun untuk anak di bawah usia tertentu, risiko yang ditimbulkan lebih besar daripada manfaatnya," kata dr Denta kepada detikcom beberapa waktu lalu.

"Membatasi penggunaan media sosial hingga usia yang lebih matang merupakan langkah preventif untuk melindungi tumbuh kembang dan kesehatan mental anak," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Macam-macam Dampak Buruk Media Sosial

Konten-konten media sosial yang liar dan buruk, saat dikonsumsi oleh anak tanpa pengawasan yang ketat dapat mengganggu pola tidur, aktivitas fisik, hingga mental.

1. Pola Tidur Terganggu

Anak-anak yang sering menggunakan media sosial, terutama di malam hari, cenderung mengalami gangguan tidur karena paparan cahaya biru dari layar gadget.

"Kurang tidur dapat menghambat pertumbuhan fisik dan perkembangan otak," kata dr Denta

2. Aktivitas Fisik Berkurang

Saat anak-anak bermain gadget, maka banyak waktu tersita. Hal ini dapat mengganggu perkembangan motorik dan kesehatan fisik mereka secara keseluruhan.

3. Paparan Konten Dewasa

Linimasa media sosial kerapkali sulit diatur terkait konten-konten apa yang bisa dikonsumsi anak. Mereka bisa saja melihat konten kekerasan, pornografi, hingga ujaran kebencian.

4. Penurunan Kognitif

dr Denta menambahkan bahwa media sosial yang buruk dapat menurunkan kemampuan fokus, konsentrasi, sampai perkembangan bahasa anak.

Usia di bawah 16 tahun, membuat anak-anak masih kesulitan membedakan informasi yang benar dan salah, sehingga rawan termakan hoax.

5. Gangguan Mental

Selain itu, lanjut dr Denta, media sosial juga memberikan efek terhadap kesehatan mental dan emosional anak. Algoritma membuat penggunanya kesulitan untuk lepas dari gadget.

"Ini dapat menyebabkan kecanduan, yang memengaruhi regulasi emosi anak," kata dr Denta.

Belum lagi saat risiko penurunan kepercayaan diri karena media sosial seringkali membuat anak merasa hidupnya kurang.

Halaman 2 dari 2
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads