Kemenkes Kaji Pemberian Vaksin Campak untuk Tenaga Kesehatan

Kemenkes Kaji Pemberian Vaksin Campak untuk Tenaga Kesehatan

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 30 Mar 2026 17:41 WIB
Program vaksinasi COVID-19 bagi tenaga kesehatan masih terus berjalan. Pemprov DKI Jakarta gelar vaksinasi massal di Istora Senayan, Jakarta.
Momen pemberian vaksin untuk nakes. Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI tengah menyiapkan langkah perlindungan lebih bagi tenaga medis yang masuk dalam kelompok rentan terhadap penularan campak. Plt. Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa rencana ini merupakan bagian dari upaya mitigasi risiko di lingkungan kerja medis.

"Apakah ada rencana vaksinasi? Ya betul, kita akan mengarah ke sana. Dan secara cepat kami juga siapkan analisis daripada uji vaksinnya, uji klinisnya, terkait dengan program vaksin yang digunakan saat ini," tegas Andi dalam konferensi pers, Senin (30/3/2026).

Andi menjelaskan jika seseorang sudah menerima imunisasi campak dan rubella secara lengkap sebanyak dua kali yakni saat berumur 18 bulan dan usia kelas 1 SD, maka perlindungan tubuh seharusnya sudah optimal. Namun pada usia dewasa, efektivitas perlindungan tersebut bisa dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal dan kondisi kesehatan personal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Beberapa faktor yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh orang dewasa terhadap campak antara lain:

ADVERTISEMENT
  • Imunitas yang Lemah: Kondisi fisik yang sedang tidak prima akibat beban kerja atau stres.
  • Penyakit Kronis: Penderita penyakit seperti diabetes, kanker, atau hipertensi memiliki risiko kerentanan yang lebih tinggi.
  • Kondisi Khusus: Pasien dengan sistem imun tertekan (misalnya pasien HIV-AIDS).

Selain kondisi kesehatan individu, faktor lingkungan kerja menjadi alasan kuat mengapa vaksinasi tambahan diperlukan dokter. Tenaga medis di rumah sakit maupun puskesmas memiliki frekuensi terpapar virus yang jauh lebih tinggi dibandingkan masyarakat umum.

"Tentunya bahwa intensitas terpapar oleh campak, khususnya tenaga kesehatan, itu juga menjadi faktor risiko yang signifikan," ucap dia.




(kna/up)
Dokter Meninggal Suspek Campak
14 Konten
Seorang dokter muda yang tengah menjalani program internship di Cianjur, meninggal dunia (26/3). Ada dugaan campak dan komplikasi pneumonia di balik kabar duka tersebut.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads