Viral Baliho Film 'Aku Ingin Mati', Perhimpunan Dokter Jiwa Angkat Bicara!

Viral Baliho Film 'Aku Ingin Mati', Perhimpunan Dokter Jiwa Angkat Bicara!

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Minggu, 05 Apr 2026 10:32 WIB
Tired woman lying on laptop, desperate of overwork, exhausted night shift
Foto: Getty Images/iStockphoto/Motortion
Jakarta -

CATATAN: Depresi dan keinginan bunuh diri adalah kondisi serius yang tidak boleh dianggap sepele. Jika Anda atau orang terdekat mengalami tekanan emosional, perasaan putus asa, atau pikiran untuk menyakiti diri sendiri, segera hubungi layanan kesehatan jiwa terdekat, psikolog, atau psikiater. Anda tidak sendirian, bantuan profesional tersedia untuk membantu Anda melewati masa sulit ini.

Media sosial tengah diramaikan oleh perbincangan mengenai baliho promosi film bertajuk "Aku Ingin Mati" yang terpampang di sejumlah ruang publik. Visual dan narasi yang ditampilkan dinilai sangat provokatif, sehingga memicu kekhawatiran luas terkait dampaknya terhadap kondisi psikologis masyarakat.

Menanggapi fenomena ini, Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI) mengeluarkan pernyataan keprihatinan resmi. PDSKJI menilai bahwa kalimat-kalimat bernuansa keputusasaan di ruang terbuka dapat menjadi pemicu (trigger) yang berbahaya bagi individu dengan kerentanan mental.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

PDSKJI menekankan bahwa ruang publik diakses oleh semua kalangan, termasuk anak-anak, remaja, hingga mereka yang sedang berjuang melawan depresi. Paparan pesan kematian tanpa konteks yang tepat dikhawatirkan dapat meningkatkan kecemasan secara kolektif.

"Paparan berulang pesan tentang kematian dan keputusasaan tanpa konteks yang tepat dapat meningkatkan distres, kecemasan, dan berpotensi menjadi pemicu bagi mereka yang memiliki riwayat depresi atau ide bunuh diri," tulis Humas PP PDSKJI dalam rilis resminya dikutip detikcom, Minggu (5/4/2026).

ADVERTISEMENT


Meskipun menghargai kebebasan berekspresi dalam karya seni, PDSKJI mengingatkan bahwa promosi di ruang publik membawa tanggung jawab sosial yang besar. Tema sensitif seperti kematian memerlukan pendekatan yang penuh kehati-hatian.

PDSKJI secara tegas mengimbau agar materi promosi tersebut ditinjau kembali. Pihak penyelenggara disarankan untuk menyertakan pesan yang lebih aman atau berkolaborasi dengan profesional kesehatan mental agar komunikasi yang disampaikan tetap bertanggung jawab.

"PDSKJI mengimbau agar materi promosi di ruang publik ditinjau kembali jika berpotensi memicu distres psikologis. Penting untuk menyertakan konteks edukatif atau pesan yang lebih aman," tegas PDSKJI.

Menciptakan Ruang Publik yang Aman

Kesehatan mental adalah tanggung jawab bersama. PDSKJI mengajak para pelaku industri kreatif dan masyarakat luas untuk lebih berempati dan sadar akan dampak dari setiap pesan yang ditampilkan di ruang terbuka.

PDSKJI berharap agar perlindungan terhadap kelompok rentan menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas promosi, demi menciptakan lingkungan yang lebih sehat secara emosional bagi seluruh lapisan masyarakat.

"Ekspresi seni tetap penting, namun perlu berjalan seiring dengan empati dan kesadaran akan dampaknya," tutup PDKSJI.

Halaman 2 dari 2
(kna/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads