Sosok Aldi Taher kembali jadi perbincangan karena burger yang dijualnya sangat viral. Ternyata, di balik sosok yang menghibur, Aldi Taher sempat mengidap kanker getah bening stadium 2.
Ia didiagnosis kanker pada 2016 dan berhasil melewatinya. Awalnya, penyakit itu ditemukan saat adanya benjolan di dalam bagian leher dan membuatnya susah menoleh seperti orang salah bantal.
"Aku nengok tuh kayak orang salah bantal. Ternyata di dalamnya tuh aku raba-raba ada kayak benjolan itu segede telur cicak. Akhirnya, aku cek ke dokter, di rontgen ternyata ada benjolan juga di dekat paru-paru," ucap Aldi Taher saat ditemui di studio Trans TV, Senin (6/4/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nah, dokter kaget, wah berarti kamu harus MRI biar kelihatan lebih jelas apa gitu," sambungnya.
Hasilnya, ditemukan adanya benjolan dengan ukuran 9x6 cm di dekat paru-paru. Ternyata, benjolan yang ada di lehernya merupakan metastase dari benjolan yang ada di paru-paru.
Aldi Taher mengatakan benjolan yang ada di dekat paru-parunya itu ternyata muncul sudah lama, kurang lebih 2 tahun. Beruntungnya, kondisi itu terdeteksi dengan cepat, diarahkan untuk biopsi untuk mengambil sampel benjolan yang ada di leher.
"Kalau yang dekat paru-paru agak riskan. Dia (benjolan) sudah dekat paru-paru. Makanya, aku napas terakhir tuh harus diangkat ke atas, busungi dada baru bisa nyampe napasnya," kata Aldi Taher.
"Aku pikir waktu itu gara-gara kurang olahraga kan. Setelah biopsi keluar, patologi anatomi namanya baru didiagnosis aku kena kanker kelenjar getah bening stadium dua, yang jenis hodgkin," tambah dia.
Apa Pemicunya?
Aldi Taher mengungkapkan kanker itu pemicunya multifaktor. Bisa dari makanan, kecapekan, faktor genetik, asap rokok, dan lain-lain.
Namun, dalam kasusnya sendiri pemicu kanker getah beningnya adalah paparan asap rokok, karena posisi benjolan ada di dekat paru-paru.
"Karena aku bukan perokok juga, jadi perokok pasif itu kan lebih berbahaya kan. Ya dua-duanya berbahaya, tapi yang pasif kan karena dia nggak pernah kena (asap rokok), tiba-tiba kehirup," terang Aldi Taher.
"Akhirnya jadi (kanker). Kalau kanker itu kan sel yang rusak, sel yang boleh dibilang error gitu kan," lanjutnya.
Sebagai perawatan, Aldi Taher tidak bisa menjalani operasi karena benjolan ada di dekat paru-paru dan sangat riskan. Ia diarahkan untuk menjalani kemoterapi sebanyak 6 kali dan selalu membaca Al-Qur'an.
"Kenapa baca Al-Qur'an? Bikin hati tenang. Manusia kalau dikasih sakit pasti denial, gak terima, gak percaya, sedih. Alhamdulillah pas aku mulai baca Al-Qur'an, aku mulai nerima ujian dan Alhamdulillah mindset aku yang tadinya berpikir sakit itu satu hal yang buruk, malah aku berpikir sakit itu anugerah karena Allah sayang," pungkasnya.










































