Militer AS Disebut-sebut Habiskan 950 Ribu Galon Kopi saat Perang Lawan Iran

Militer AS Disebut-sebut Habiskan 950 Ribu Galon Kopi saat Perang Lawan Iran

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 10 Apr 2026 18:05 WIB
Militer AS Disebut-sebut Habiskan 950 Ribu Galon Kopi saat Perang Lawan Iran
Foto: dok. Reuters
Jakarta -

Setelah lebih dari sebulan konflik, operasi militer Amerika Serikat (AS) ke Iran tak hanya menyisakan dampak geopolitik, tetapi juga kesehatan pasukan. Konsumsi besar-besaran kafein, minuman energi, hingga nikotin menjadi perhatian dalam mendukung stamina pasukan di medan tempur.

Jenderal tertinggi AS mengungkapkan pasukannya mengandalkan minuman energi, kopi, serta nikotin selama menjalani misi.

Pada konferensi pers hari Rabu (8/4/2026), Jenderal Angkatan Udara Dan Caine, ketua Kepala Staf Gabungan, membagikan angka terbaru dari operasi yang diberi nama 'Epic Fury' itu. Ia menyebut pasukan AS telah menyerang lebih dari 13.000 target di Iran.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut perkiraan Caine, AS telah menghancurkan sebagian besar sistem pertahanan udara Iran, kapal angkatan laut, hingga lebih dari 2 ribu titik komandonya.

Namun, di sisi lain pola konsumsi prajurit selama operasi juga menjadi sorotan.

ADVERTISEMENT

"Kami mengonsumsi lebih dari enam juta makanan, dan menurut perkiraan saya, lebih dari 950 ribu galon kopi, dua juta minuman energi, dan banyak nikotin," beber Caine, dikutip dari Business Insider.

"Tapi saya tidak mengatakan bahwa kami memiliki masalah," sambungnya.

Selain tekanan fisik, penggunaan kafein dan nikotin dalam jumlah besar kerap dikaitkan dengan risiko kesehatan seperti gangguan tidur, peningkatan detak jantung, hingga kelelahan kronis. Terutama dalam situasi stres tinggi seperti perang.

Perang ini juga menyebabkan 13 anggota militer AS dilaporkan tewas dan 365 lainnya terluka, dengan 315 di antaranya telah kembali bertugas. Total sekitar 50 ribu personel terlibat dalam operasi ini.

Sementara itu, dampak kemanusiaan di kawasan jauh lebih besar. Ribuan orang dilaporkan tewas di Timur Tengah dan puluhan ribu lainnya terluka.

Kementerian Kesehatan Iran mencatat lebih dari 2 ribu korban tewas dan lebih dari 20 ribu luka-luka. Kelompok HAM HRANA melaporkan angka lebih tinggi, yakni sekitar 3.540 kematian, termasuk 1.665 warga sipil dan setidaknya 248 anak-anak.

Dengan gencatan senjata yang mulai berlaku, militer AS menyatakan akan tetap berada di kawasan untuk memastikan kesepakatan dipatuhi.

"Kami akan tetap berada di sana," kata Menteri Pertahanan Pete Hegseth.

"Kami akan memastikan Iran mematuhi gencatan senjata ini dan kemudian pada akhirnya datang ke meja perundingan dan membuat kesepakatan."

Halaman 2 dari 2
(sao/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads