Shenina Kena Hyperemesis Gravidarum saat Hamil hingga Bolak-balik RS, Kondisi Apa Itu?

Shenina Kena Hyperemesis Gravidarum saat Hamil hingga Bolak-balik RS, Kondisi Apa Itu?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 17 Apr 2026 08:02 WIB
Shenina Cinnamon dan kondisi kehamilannya.
Foto: Instagram @sheninacinnamon
Jakarta -

Aktris Shenina Cinnamon mengungkapkan pengalaman kurang menyenangkan selama kehamilan. Ia mengaku sempat bolak-balik rumah sakit hingga beberapa kali menjalani rawat inap akibat hyperemesis gravidarum.

Kondisi tersebut dialami Shenina dalam beberapa bulan terakhir.

"Setelah beberapa bulan gallery aku isinya foto mual, muntah, dan keluar masuk RS sampai diopname beberapa kali karena hyperemesis gravidarum," tulisnya, seperti dilihat detikcom, Jumat (17/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski begitu, kini kondisi Shenina berangsur membaik seiring usia kehamilan yang memasuki trimester ketiga.

"Sekarang mau memasuki trimester 3 senang banget sudah mulai bisa jalan, makan makanan enak, dan semoga bisa kembali beraktivitas normal walaupun kadang masih mual, muntah," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Apa Itu Hyperemesis Gravidarum?

Dikutip dari National Institute of Helath, hyperemesis gravidarum merupakan kondisi mual dan muntah berat selama kehamilan yang umumnya muncul pada usia kehamilan 4 hingga 6 minggu. Kondisi ini tergolong lebih serius dibandingkan morning sickness biasa dan dialami sekitar 0,3 hingga 3 persen ibu hamil.

Pada kasus ini, ibu hamil bisa mengalami muntah terus-menerus, penurunan berat badan signifikan, lebih dari 5 persen dari berat badan sebelum hamil, dehidrasi, hingga gangguan metabolik. Tak jarang, kondisi ini menjadi salah satu penyebab utama rawat inap pada awal kehamilan.

Gejala klinis yang sering muncul antara lain adanya keton dalam urine (ketonuria), tekanan darah turun saat berdiri (hipotensi ortostatik), serta ketidakseimbangan elektrolit. Jika tidak ditangani dengan baik, hyperemesis gravidarum juga dapat memicu komplikasi serius seperti gangguan saraf hingga kekurangan nutrisi.

Perlu Penanganan Medis

Penanganan hyperemesis gravidarum umumnya membutuhkan intervensi medis, terutama jika pasien tidak mampu mengonsumsi makanan atau minuman secara oral, tidak merespons obat anti-mual, atau mengalami gangguan elektrolit.

Dalam banyak kasus, pasien perlu mendapatkan perawatan di rumah sakit untuk pemantauan intensif. Bahkan, kondisi ini bisa kambuh sehingga sebagian pasien harus menjalani perawatan berulang.

Karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat sangat penting untuk menjaga kesehatan ibu dan janin selama kehamilan.

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads