BMKG Sebut El Nino Mulai Masuk RI Bulan Ini, 'Puncak' Panasnya Kapan?

BMKG Sebut El Nino Mulai Masuk RI Bulan Ini, 'Puncak' Panasnya Kapan?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 29 Apr 2026 13:34 WIB
ilustrasi cuaca panas bali
Foto: dok.detikhealt
Jakarta -

Fenomena iklim El Nino diperkirakan mulai memengaruhi Indonesia sejak April 2026. Hal ini disampaikan prakirawan cuaca Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Rira Damanik, yang menyebut kondisi El Nino sudah terindikasi muncul dalam kategori lemah.

"Terindikasi El Nino mulai masuk pada bulan April dalam kategori lemah dan berdasarkan prediksi BMKG pada periode Mei hingga Oktober 2026, El Nino berada pada kategori lemah hingga sedang," jelas Rira kepada detikcom, ditulis Rabu (29/4/2026).

Sejalan dengan prediksi BMKG, lembaga internasional World Meteorological Organization (WMO) di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa juga memperkirakan El Nino akan kembali berkembang pada pertengahan 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WMO menyebut kondisi El Nino berpeluang muncul pada periode Mei hingga Juli, dengan indikasi awal menuju fase yang lebih kuat.

"Setelah periode netral di awal tahun, terdapat keyakinan tinggi akan munculnya El Nino yang kemudian dapat menguat," ujar Kepala Prediksi Iklim WMO, Wilfran Moufouma Okia, dikutip dari CNA.

ADVERTISEMENT

Apa Itu El Nino dan Dampaknya?

El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur. Kondisi ini memengaruhi pola angin, tekanan udara, dan curah hujan di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia.

Di Indonesia, El Nino umumnya dikaitkan dengan:

  • Penurunan curah hujan
  • Musim kemarau lebih panjang
  • Peningkatan risiko kekeringan dan kebakaran hutan

Fenomena ini terjadi secara alami setiap 2 hingga 7 tahun dan biasanya berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan, bergantian dengan fase kebalikannya, yakni La Nina.

Suhu Global Berpotensi Kembali Meningkat

WMO juga mencatat El Nino sebelumnya berkontribusi terhadap peningkatan suhu global yang signifikan. Tahun 2023 tercatat sebagai salah satu tahun terpanas, sementara 2024 bahkan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.

Dalam pembaruan iklim global terbarunya, WMO melihat adanya kenaikan cepat suhu permukaan laut di wilayah Pasifik ekuator, indikasi kuat kembalinya El Nino.

Ke depan, kondisi ini diperkirakan akan menyebabkan dominasi suhu daratan di atas normal secara global dalam beberapa bulan mendatang.

Perubahan Iklim Perparah Dampak

Meski El Nino merupakan fenomena alami, WMO menegaskan bahwa perubahan iklim tidak secara langsung meningkatkan frekuensi atau intensitasnya. Namun, pemanasan global dapat memperparah dampak yang ditimbulkan.

Laut dan atmosfer yang lebih hangat menyediakan energi dan kelembapan lebih besar, sehingga meningkatkan potensi cuaca ekstrem seperti gelombang panas dan hujan lebat.

Dengan berbagai indikator tersebut, masyarakat Indonesia diimbau mulai mewaspadai potensi dampak El Nino, terutama memasuki pertengahan hingga akhir 2026.

Lihat juga Video: Antisipasi El Nino, Pramono Prioritaskan Ketahanan Pangan-Pencegahan ISPA

Halaman 2 dari 2
(naf/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads