Penghuni Apartemen Mediterania Jakbar Ngeluh Sesak Napas, Ini Bahaya Hirup Asap Kebakaran

Penghuni Apartemen Mediterania Jakbar Ngeluh Sesak Napas, Ini Bahaya Hirup Asap Kebakaran

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Kamis, 30 Apr 2026 15:13 WIB
Kebakaran melanda Apartemen Mediterania yang berlokasi di Tanjung Duren, Grogol Petamburan, Jakbar, Kamis (30/4/2026).
Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto
Jakarta -

Kebakaran yang terjadi di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren, Jakarta Barat, pada Kamis (30/4/2026) dilaporkan tidak menimbulkan korban jiwa. Meski demikian, sejumlah penghuni mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap tebal yang muncul saat insiden berlangsung.

Manajer Apartemen Tower C, Anggi, memastikan bahwa tidak ada korban meninggal dunia dalam kejadian tersebut. Ia menjelaskan bahwa keluhan utama yang dialami penghuni adalah sesak napas akibat banyaknya asap yang terhirup.

"Jadi korban jiwa tidak ada. Paling memang karena ada banyak asap saja, jadi agak sesak napas. Korban jiwa saat ini nggak ada," ujarnya, dikutip dari detikNews, Kamis (30/4/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kebakaran pertama kali terdeteksi melalui sistem proteksi otomatis yang terpasang di apartemen. Setelah alarm aktif, pihak pengelola segera menuju lokasi untuk melakukan penanganan awal. Beruntung, tim pemadam kebakaran berada tidak jauh dari lokasi sehingga proses pemadaman dapat dilakukan dengan cepat sesuai prosedur operasional standar (SOP).

ADVERTISEMENT

Saat ini, proses evakuasi masih berlangsung. Petugas dan pengelola apartemen terus melakukan penyisiran di setiap lantai guna memastikan tidak ada penghuni yang tertinggal di dalam gedung.

"Kami masih fokus pada proses penyelamatan terlebih dahulu dan memastikan seluruh area aman," tambah Anggi.

Bahaya Menghirup Asap saat Kebakaran

Kasus sesak napas yang dialami penghuni apartemen ini berkaitan dengan kondisi yang dikenal sebagai smoke inhalation atau menghirup asap dalam jumlah besar. Kondisi ini sering terjadi pada korban kebakaran, baik di bangunan, kendaraan, maupun kebakaran hutan.

Dikutip dari Cleveland Clinic, menghirup asap dapat merusak saluran pernapasan dan paru-paru. Selain itu, asap sering mengandung zat berbahaya seperti karbon monoksida dan sianida yang dapat mengganggu suplai oksigen ke seluruh tubuh dan berpotensi memicu kondisi fatal jika terhirup dalam jumlah besar.

Bahkan paparan asap dalam jumlah kecil sekalipun dapat menyebabkan iritasi pada mata, hidung, dan tenggorokan, serta memperburuk kondisi penyakit pernapasan seperti asma atau penyakiit paru obstruktif kronis PPOK.

Gejala yang Perlu Diwaspadai

Beberapa gejala umum akibat menghirup asap antara lain:

  • Sesak napas
  • Batuk dan sakit tenggorokan
  • Nyeri dada
  • Suara napas berbunyi (mengi)
  • Sakit kepala dan pusing
  • Kebingungan hingga pingsan dalam kasus berat

Dalam situasi tertentu, paparan asap juga dapat menyebabkan komplikasi serius seperti gagal napas akut, kerusakan organ akibat kekurangan oksigen, hingga serangan jantung atau stroke.

Siapa pun yang terpapar asap dalam kebakaran disarankan segera mencari bantuan medis, terutama jika mengalami gejala pernapasan atau merasa telah menghirup asap dalam jumlah besar. Penanganan cepat sangat penting untuk mencegah komplikasi yang lebih berbahaya.

Selain itu, dalam kondisi lingkungan berasap, masyarakat dianjurkan untuk tetap berada di dalam ruangan dengan ventilasi tertutup atau menggunakan masker guna meminimalkan paparan.

Peristiwa kebakaran di Apartemen Mediterania ini menjadi pengingat bahwa meskipun tidak selalu menimbulkan korban jiwa, dampak asap tetap berbahaya dan memerlukan perhatian serius, baik dalam penanganan darurat maupun pemulihan kesehatan para korban terdampak.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Stop Bakar Sampah Sembarangan! Ada Aturan Hukumnya"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads