IKA FK Unsri Kawal Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Internship di Palembang

IKA FK Unsri Kawal Kemenkes Investigasi Kematian Dokter Internship di Palembang

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Sabtu, 02 Mei 2026 08:05 WIB
Closeup of a medical stethoscope with folder .
Foto: Getty Images/Ash2016
Jakarta -

Ikatan Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (IKA FK Unsri) menyatakan komitmen penuh untuk mengawal kasus meninggalnya seorang dokter yang tengah menjalani program internship. Dokter tersebut dilaporkan mengembuskan napas terakhir saat menjalani perawatan di Rumah Sakit Muhammad Hoesin (RSMH) Palembang, Jumat, pasca bertugas di Rumah Sakit KH Daud Arif, Kuala Tungkal.

Ketua Umum IKA FK Unsri Achmad Junaidi menegaskan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan otoritas pusat untuk memastikan penyebab kematian sejawatnya tersebut diusut secara tuntas.

Achmad Junaidi menjelaskan bahwa langkah pelaporan ke Kementerian Kesehatan (Kemenkes) merupakan hasil kesepakatan internal organisasi guna memastikan transparansi proses.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Prosesnya sudah kami laporkan ke pusat. Nanti Kementerian Kesehatan yang akan melakukan investigasi, jadi kita tunggu hasilnya seperti apa," ujar Junaidi dalam keterangannya dikutip dari ANTARA, Sabtu (2/5/2026).

Meskipun kewenangan penuh berada pada Kemenkes selaku penanggung jawab program internship, IKA FK Unsri memastikan akan terus memantau setiap tahapan hingga hasil akhir keluar.

ADVERTISEMENT

Isu Dugaan Penyakit dan Perundungan

Saat ditanya mengenai penyebab kematian, pihak IKA FK Unsri belum bisa memberikan pernyataan medis secara spesifik karena tidak terlibat langsung dalam penanganan di rumah sakit. Namun, informasi sementara yang beredar menyebutkan adanya dugaan masalah kesehatan pada organ pernapasan.

"Kalau penyebabnya silakan ditanyakan ke dokter yang merawat. Informasinya ada dugaan infeksi paru-paru, tetapi kami tidak tahu persis karena tidak menangani langsung," jelasnya.

Pihaknya juga akan mendalami adanya isu lain yang berkembang di lingkungan kerja, termasuk dugaan tindakan perundungan (bullying). Hal ini menjadi bagian penting dalam investigasi menyeluruh untuk mengevaluasi lingkungan kerja dokter muda di rumah sakit.

"Kami siap mengawal sampai selesai. Namun karena program ini berada di bawah Kementerian Kesehatan, maka mereka yang akan melakukan investigasi dan menentukan hasil akhirnya," kata Junaidi.

Respons Kemenkes

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI, Dr Azhar Jaya, mengaku sudah mendapatkan informasi mengenai meninggalnya dokter tersebut. Ia mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan sebelumnya memang tengah menjalani perawatan karena sakit sebelum dikabarkan meninggal dunia.

"Pasien sebelumnya sudah dirawat tapi kondisi memburuk dan akhirnya meninggal," jelas pria yang akrab disapa Pak Aco tersebut saat dikonfirmasi, Jumat (1/5).

Terkait desas-desus mengenai adanya beban jam kerja yang tidak wajar hingga dugaan perundungan (bullying), Dr Azhar Jaya menyatakan pihak Kemenkes sangat terbuka untuk melakukan investigasi lebih lanjut dan akan menindak tegas jika ditemukan pelanggaran.

"(Soal kabar bullying) ini kita baru dengar, kita dalami dulu, jika terbukti benar, maka kami tutup. Tapi soal sanksi kepada individunya, ya masuk ke Majelis Disiplin Profesi (MDP), jika memang ada indikasi ke sana," lanjutnya.

Halaman 2 dari 2
(kna/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads