Stop Anggap Wajar Nyeri Punggung Saat Menua, Ini Tanda Harus Cek ke Dokter

Stop Anggap Wajar Nyeri Punggung Saat Menua, Ini Tanda Harus Cek ke Dokter

Inkana Putri - detikHealth
Senin, 04 Mei 2026 12:17 WIB
Ilustrasi nyeri punggung
Foto: Istimewa
Jakarta -

Nyeri punggung sering dialami banyak orang, khususnya saat memasuki usia lanjut. Kondisi ini bahkan kerap dianggap sebagai konsekuensi alami dari proses penuaan.

Padahal, nyeri yang berlangsung secara kronis bukanlah kondisi yang wajar. Keluhan ini perlu diperhatikan lebih lanjut karena dapat menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang membutuhkan penanganan tepat.

Dokter Spesialis Orthopedi dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Aries Rakhmat Hidayat, Sp.OT(K) menjelaskan pentingnya memperhatikan gejala nyeri punggung, terlebih jika berlangsung lebih dari tiga bulan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nyeri punggung kronis perlu menjadi perhatian, terutama jika berlangsung lebih dari tiga bulan. Karena kondisi ini bisa saja disebabkan oleh penurunan fungsi (degenerasi) akibat penuaan atau kondisi seperti bantalan tulang belakang bergeser (herniasi diskus/saraf terjepit), gangguan sendi tulang belakang, serta lemahnya otot penopang. Selain itu, gaya hidup seperti kurang bergerak, postur tubuh yang buruk, dan kebiasaan duduk terlalu lama juga turut meningkatkan risikonya," ungkap dr. Aries dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).

ADVERTISEMENT

Adapun nyeri punggung kronis dapat diawali dengan gejala berupa nyeri di punggung bawah, rasa kaku pada tulang belakang, hingga nyeri yang menjalar ke bokong atau kaki. Pada beberapa kasus, rasa tidak nyaman ini juga membuat penderitanya sulit duduk atau berdiri dalam waktu lama.

"Penanganan nyeri punggung kronis perlu disesuaikan dengan penyebabnya, namun sebagian besar kasus dapat diatasi dengan pendekatan konservatif. Mulai dari fisioterapi, latihan penguatan otot inti, hingga perubahan gaya hidup yang lebih aktif," kata dr. Aries.

"Latihan penguatan otot inti berperan penting dalam menjaga stabilitas tulang belakang dan mengurangi tekanan pada area tersebut. Ditambah dengan postur tubuh yang baik saat duduk maupun berdiri, langkah sederhana ini dapat membantu meredakan sekaligus mencegah nyeri punggung," tambah dr. Aries.

Namun, jika nyeri punggung berlangsung lama atau semakin memburuk, dr. Aries menyarankan untuk segera melakukan pemeriksaan medis guna mengetahui penyebabnya. Dengan diagnosis yang tepat, penanganan yang paling efektif pun dapat ditentukan sesuai kondisi pasien.

Penanganan Nyeri Punggung Kronis di Mayapada Hospital

Kepekaan terhadap nyeri punggung kronis menjadi hal penting sehingga perlu segera dilakukan penanganan yang tepat. Pastikan untuk memeriksakannya pada layanan kesehatan yang berfokus pada tulang dan sendi seperti layanan Orthopedic Center di Mayapada Hospital.

Layanan ini dapat menangani berbagai keluhan nyeri otot dan sendi, serta pencegahan hingga pemulihan cedera, bersama tim dokter ahli.

Mayapada Hospital juga menghadirkan dukungan kebugaran tubuh melalui Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) yang menyediakan layanan komprehensif mulai dari skrining, pencegahan, penanganan cedera, hingga peningkatan performa untuk beraktivitas lebih optimal. Layanan ini juga didukung fasilitas lengkap seperti gym, VO2 Max dan Body Composition Analysis untuk menunjang program latihan.

Informasi lengkap seputar layanan kesehatan di Mayapada Hospital dapat diperoleh melalui aplikasi MyCare dengan mengunjungi fitur Health Articles & Tips. Aplikasi ini juga dilengkapi fitur Personal Health untuk memantau kebugaran, seperti langkah kaki, detak jantung, kalori terbakar, dan Body Mass Index (BMI).




(anl/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads