Setelah menjalani terapi kanker, seperti operasi, kemoterapi, atau radioterapi, pasien tetap perlu menjalani pemantauan secara berkala. Langkah ini penting untuk memastikan sel kanker tidak kembali tumbuh setelah pengobatan dilakukan.
Salah satu tantangan dalam fase pemantauan adalah mendeteksi kemungkinan kekambuhan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Dalam kondisi ini, teknologi kedokteran nuklir seperti PET-CT Scan dapat membantu dokter melihat tidak hanya struktur tubuh, tetapi juga aktivitas biologis sel kanker secara lebih detail.
Pemeriksaan rutin pascaterapi kanker diperlukan untuk menilai keberhasilan pengobatan, mendeteksi kemungkinan sisa sel kanker, serta mengetahui ada tidaknya tanda kekambuhan. Hasil pemeriksaan juga menjadi dasar bagi dokter untuk menentukan langkah terapi lanjutan yang sesuai. Namun, pada beberapa kondisi, metode pemeriksaan konvensional belum cukup sensitif untuk menemukan kekambuhan pada tahap awal.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sinilah PET-CT Scan berperan dalam memberikan gambaran yang lebih menyeluruh mengenai kondisi tubuh pasien. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter mengevaluasi aktivitas sel kanker secara lebih akurat, termasuk ketika perubahan ukuran jaringan belum tampak jelas melalui pemeriksaan biasa.
dr. Lim Andreas, Sp.KN dari Mayapada Hospital Jakarta Selatan menjelaskan PET-CT Scan dapat membantu mendeteksi aktivitas sel kanker sejak dini. Dengan pemeriksaan ini, dokter dapat menilai respons tubuh terhadap terapi sekaligus menentukan langkah selanjutnya jika ditemukan tanda aktivitas sel kanker.
"Dengan teknologi ini, kami bisa memastikan apakah sel kanker telah aktif meskipun ukurannya belum terlihat. Hal ini sangat penting untuk mendeteksi kekambuhan sejak dini sekaligus menilai keberhasilan terapi. Jika aktivitas sel kanker menurun, terapi dinilai efektif, tetapi jika telah aktif, kami dapat segera mengevaluasi dan menentukan langkah pengobatan lanjutan yang tepat," ujar dr. Lim Andreas dalam keterangan tertulis, Senin (4/5/2026).
Dengan demikian, PET-CT Scan memiliki peran penting dalam pemantauan kondisi pasien setelah terapi kanker. Teknologi ini dapat membantu proses deteksi dini sekaligus mendukung penanganan tumor dan kanker yang lebih komprehensif serta terintegrasi.
Sejalan dengan kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Jakarta Selatan akan segera menghadirkan layanan PET-CT Scan dan SPECT-CT Scan di Nuclear Medicine and Molecular Imaging yang terintegrasi dengan Oncology Center. Layanan ini dilengkapi penerapan teknologi dan protokol low radiation imaging atau dosis radiasi rendah sebagai salah satu keunggulannya.
Dengan pendekatan tersebut, pemeriksaan tidak hanya berperan dalam deteksi dini, tetapi juga diharapkan memberi kenyamanan lebih bagi pasien, terutama dalam proses pemantauan jangka panjang.
Layanan ini menjadi bagian dari pendekatan Comprehensive Cancer Care dan didukung kolaborasi tim dokter multidisiplin dari berbagai subspesialisasi. Dengan begitu, pasien dapat memperoleh penanganan yang lebih tepat dan terarah sesuai kondisi masing-masing.
Selama perawatan, Tumor Board berperan dalam menyusun rencana terapi yang tepat. Sementara itu, Patient Navigator mendampingi pasien di setiap tahap perawatan, mulai dari skrining, evaluasi hasil pemeriksaan, hingga penyusunan rencana terapi.
Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan deteksi dini atau evaluasi kanker secara menyeluruh dengan PET-CT Scan, konsultasi dapat dilakukan dengan dokter spesialis kedokteran nuklir di Mayapada Hospital. Informasi dan pendaftaran dapat diperoleh melalui Call Center 150770 atau aplikasi MyCare.
Foto: Dok. Mayapada Hospital |
Informasi kesehatan dari dokter Mayapada Hospital juga dapat diakses melalui aplikasi MyCare pada fitur Health Articles & Tips. Selain itu, pengguna dapat memantau kebugaran tubuh melalui fitur Personal Health untuk menghitung detak jantung, langkah kaki, kalori terbakar, dan Body Mass Index atau BMI.
(akn/ega)











































