Menkes Antisipasi Masuknya Hantavirus ke RI: Virus Ini Lumayan Berbahaya

Menkes Antisipasi Masuknya Hantavirus ke RI: Virus Ini Lumayan Berbahaya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 07 Mei 2026 10:41 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin di sela acara ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1/2026).
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jakarta -

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin ikut mengantisipasi penyebaran hantavirus yang mewabah di kapal pesiar mewah MV Hondius, sejauh ini delapan orang diduga tertular dan tiga di antaranya meninggal dunia. Pemerintah disebut Menkes tengah memperkuat sistem skrining untuk mendeteksi potensi masuknya virus tersebut ke Indonesia.

Menkes menyebut hantavirus merupakan virus berbahaya. Karenanya, Kementerian Kesehatan langsung berkoordinasi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk mendapat pedoman penanganan dan deteksi dini.

"Virus ini kan lumayan virus yang berbahaya, jadi kita sudah koordinasi dengan WHO, kita minta guidance untuk bisa melakukan skriningnya," kata Menkes saat ditemui di Gedung Prof Sujudi, Kemenkes RI, Kamis (7/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, hasil koordinasi sementara menunjukkan penyebaran virus masih terkonsentrasi di kapal pesiar tersebut dan belum meluas ke wilayah lain.

"Hasil masukannya kita terima, memang itu masih terkonsentrasi di kapal itu, belum menyebar ke mana-mana," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Pemerintah juga menyiapkan perangkat skrining agar deteksi hantavirus dapat dilakukan lebih cepat. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah penggunaan rapid test maupun reagen PCR seperti yang digunakan saat pandemi COVID-19.

"Yang kita lakukan adalah agar supaya skriningnya kita punya, apakah itu dalam bentuk rapid test kayak kita COVID dulu atau reagen yang digunakan di PCR," ujarnya.

Menkes optimistis kapasitas laboratorium di Indonesia saat ini jauh lebih siap dibanding sebelumnya karena infrastruktur pemeriksaan PCR sudah tersebar luas di berbagai daerah.

"Kita butuh kan sekarang mesin reagen kita sudah banyak, jadi untuk deteksi virus ini harusnya lebih mudah," jelasnya.

Sebelumnya, WHO melaporkan satu kasus baru virus Hanta di Swiss yang berkaitan dengan wabah di kapal pesiar MV Hondius. Kasus tersebut ditemukan pada seorang penumpang kapal yang menjalani pemeriksaan di rumah sakit Zurich, Swiss.

Hingga Rabu (6/5/2026), WHO mencatat terdapat delapan kasus suspek hantavirus dan tiga di antaranya telah terkonfirmasi melalui pemeriksaan laboratorium.

WHO menyebut varian yang ditemukan adalah Andes hantavirus, yakni jenis hantavirus yang diketahui dapat menular antarmanusia meski kasusnya tergolong langka.

"Sejalan dengan International Health Regulations (IHR), WHO bekerja sama dengan negara-negara terkait untuk mendukung pelacakan kontak internasional, guna memastikan bahwa mereka yang berpotensi terpapar dapat dipantau dan penyebaran penyakit lebih lanjut dapat dibatasi," tulis WHO dalam keterangannya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Dirjen WHO soal Hantavirus: Ini Bukan Covid! "
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
Hantavirus Ramai Lagi
23 Konten
Hantavirus kembali bikin gaduh setelah memicu outbreak di kapal pesiar mewah MV Hondius. Jenis hantavirus yang mewabah adalah virus andes, satu-satunya jenis hantavirus yang bisa menular antar manusia.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads