Menyoal Efek Boraks di Makanan, Ditemukan pada Menu MBG Siswa di Anambas

Menyoal Efek Boraks di Makanan, Ditemukan pada Menu MBG Siswa di Anambas

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Sabtu, 09 Mei 2026 14:05 WIB
Ilustrasi MBG
Foto: Getty Images/iStockphoto/Dariia Havriusieva
Jakarta -

Ratusan siswa di Air Asuk, Kabupaten Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau (Kepri) beberapa waktu lalu mengalami keracunan usai menyantap menu Makanan Bergizi Gratis (MBG).

Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap, dari hasil pemeriksaan terungkap makanan yang dikonsumsi terbukti mengandung boraks hingga kontaminasi bakteri berbahaya.

Ketua Tim Investigasi BGN, Arie Karimah Muhammad, mengatakan hasil tersebut diperoleh dari dua tahap pemeriksaan. Awalnya dilakukan uji cepat oleh Dinas Kesehatan setempat saat kejadian, kemudian dilanjutkan uji laboratorium oleh Balai Pengawasan Obat dan Makanan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Hasil rapid test menunjukkan adanya kandungan boraks pada menu telur kecap, tempe goreng, dan tumis sayuran, dengan kadar berkisar 100 hingga 5.000 mg/L," kata Arie, Minggu (3/5), dikutip dari Antara.

ADVERTISEMENT

Bahaya Boraks pada Makanan

Boraks (sodium tetraborate) adalah zat kimia berbentuk tepung berwarna putih yang biasanya digunakan sebagai pembersih rumah tangga, bahan deterjen, pengawet kayu, pembuatan gelas, dan bahan pestisida. Tetapi, masih ada orang yang menggunakan boraks untuk membuat makanan menjadi lebih awet dan kenyal.

Wakil Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Perhimpunan Dokter Spesialis Gizi Klinik Indonesia (PP PDGKI), dr Iflan Nauval, M.ScIH, SpGK, Subsp.KM, SpKKLP, AIFO-K mengatakan ada dampak jangka panjang dan pendek saat mengonsumsi makanan mengandung boraks.

"Long-term itu pasti akan timbul. Long-term consume dari boraksnya akan timbul banyak sekali efeknya, mulai dari dia bisa timbul reaksi alergi, bahkan beberapa penyakit bisa menimbulkan ke arah kanker, dan sebagainya," kata dr Iflan.

"Kalau short-term bisa jadi mulai, muntah bisa gitu," katanya.

Sebagai bagian dari PP PDGKI, dr Iflan mengatakan pentingnya untuk semua pihak berkolaborasi dalam program MBG ini, agar kejadian-kejadian serupa seperti ditemukannya zat berbahaya pada makanan bisa dicegah.



(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads