Kemenkes Identifikasi Kontak Erat Hantavirus Klaster MV Hondius di Jakarta

Kemenkes Identifikasi Kontak Erat Hantavirus Klaster MV Hondius di Jakarta

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Senin, 11 Mei 2026 14:03 WIB
An archive image of the cruise ship Hondius, in Vlissingen, Netherlands May 17, 2025. The MV Hondius, a Netherlands-based cruise ship, was hit by a suspected outbreak of hantavirus, authorities and media reports said on May 3, 2026.  IMAGE OBTAINED B
Foto: via REUTERS/IMAGE OBTAINED BY REUTERS
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bergerak cepat mengidentifikasi seorang warga negara asing (WNA) yang tinggal di Jakarta Pusat sebagai kontak erat dari klaster hantavirus kapal pesiar MV Hondius. Temuan ini merupakan tindak lanjut dari notifikasi darurat yang diterima otoritas kesehatan Indonesia dari Inggris.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kemenkes, Andi Saguni, mengungkapkan bahwa identifikasi ini bermula dari laporan International Health Regulation (IHR) National Focal Point (NFP) Inggris pada 7 Mei 2026 malam. Laki-laki berusia 60 tahun tersebut diketahui memiliki riwayat kontak sangat dekat dengan pasien konfirmasi kedua dari klaster kapal pesiar tersebut yang telah meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT



Satu Orang di Jakarta Jadi Kontak Erat Kasus Hantavirus MV Hondius

Kontak erat (KE) yang bekerja di sebuah perusahaan asing di Indonesia ini diketahui berada dalam satu hotel yang sama dengan pasien meninggal saat turun di St. Helena pada 24 April 2026. Keduanya juga berada dalam satu penerbangan dari St. Helena menuju Johannesburg, Afrika Selatan, dengan posisi kursi yang berdekatan.

"Respons kami sangat cepat. Begitu mendapatkan notifikasi pada 7 Mei pukul 21.55 WIB, keesokan harinya kami langsung melakukan penyelidikan epidemiologi dan koordinasi lintas sektor," ujar Andi Saguni.

ADVERTISEMENT


Hasil Pemeriksaan dan Kondisi Terkini

KE tersebut tiba kembali di Indonesia pada 30 April 2026 setelah menempuh perjalanan melalui Zimbabwe dan Qatar. Pada 9 Mei 2026, tim Kemenkes melakukan penjemputan untuk mengevakuasi yang bersangkutan ke Rumah Sakit Penyakit Infeksi (RSPI) Sulianti Saroso guna pemeriksaan spesimen secara menyeluruh.

"Hasil pemeriksaan PCR menyatakan yang bersangkutan negatif hantavirus. Lima spesimen yang kami ambil semuanya menunjukkan hasil negatif," tegas Andi.

Meski dinyatakan negatif dan tidak menunjukkan gejala klinis, pria tersebut saat ini masih menjalani karantina dan pemantauan ketat di RSPI Sulianti Saroso.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: WHO Perkirakan Kasus Hantavirus Klaster MV Hondius akan Bertambah "
[Gambas:Video 20detik] (kna/up)
Hantavirus di Indonesia
15 Konten
Hantavirus sudah sejak lama ada di Indonesia, jauh sebelum ada wabah di kapal pesiar mewah MV Hondius. Namun penting dicatat, jenis maupun tipe virus yang ditemukan di Indonesia berbeda dengan yang ada di MV Hondius.
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads