Wanita Prancis Dirawat usai Kena Hantavirus terkait Kapal Pesiar, Kondisinya Kritis

Wanita Prancis Dirawat usai Kena Hantavirus terkait Kapal Pesiar, Kondisinya Kritis

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 13 Mei 2026 08:20 WIB
Tourists disembark from the cruise ship MV Hondius, affected by a hantavirus outbreak, after it docked at the port of Granadilla de Abona, Tenerife, Spain May 11, 2026. REUTERS/Borja Suarez
Foto: REUTERS/Borja Suarez
Jakarta -

Seorang wanita asal Prancis yang dipulangkan dari kapal pesiar MV Hondius dilaporkan tengah berjuang melawan hantavirus dalam kondisi serius. Ia kini dirawat di ruang intensive care unit (ICU) dan menggunakan ventilator.

Wanita tersebut merupakan satu dari lima penumpang Prancis yang dipulangkan dari kapal pesiar yang dilanda wabah hantavirus jenis Andes virus. Setibanya di Paris, seluruh penumpang langsung menjalani isolasi.

Menurut dokter yang merawatnya, kondisi pasien mulai memburuk pada malam 10 Mei 2026 sebelum akhirnya dinyatakan positif hantavirus.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasien sekarang memiliki bentuk presentasi kardiopulmoner yang paling parah," kata Dr Xavier Lescure dalam konferensi pers di kementerian kesehatan Prancis, dikutip dari The Straits Times.

"Dia menggunakan paru-paru buatan, kami harap dia bisa melewati tahap ini," lanjutnya.

ADVERTISEMENT

Dokter menyebut pasien berusia di atas 65 tahun dan memiliki penyakit penyerta.

Wabah hantavirus di MV Hondius sejauh ini telah menewaskan tiga orang, yakni pasangan asal Belanda dan seorang warga Jerman. Sejumlah penumpang lain juga dilaporkan jatuh sakit setelah berada di kapal tersebut.

Virus yang ditemukan merupakan Andes hantavirus, jenis langka yang diketahui dapat menular antarmanusia melalui kontak dekat dan berkepanjangan. Berbeda dengan kebanyakan hantavirus lain yang umumnya hanya menular dari hewan pengerat ke manusia.

Hingga kini belum ada vaksin maupun pengobatan khusus untuk hantavirus. Penyakit ini diketahui endemik di Argentina, negara tempat kapal MV Hondius memulai pelayaran pada April lalu.

Meski begitu, otoritas kesehatan internasional tetap menilai risiko bagi masyarakat global masih rendah. Para pejabat kesehatan juga menepis kekhawatiran yang membandingkan wabah ini dengan pandemi COVID-19.




(sao/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads