Makna dan Dampak Psikis Gaslighting, Ramai Disebut Terkait Kasus Cerdas Cermat MPR

Round Up

Makna dan Dampak Psikis Gaslighting, Ramai Disebut Terkait Kasus Cerdas Cermat MPR

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Kamis, 14 Mei 2026 05:03 WIB
Lomba Cerdas Cermat (LCC) Empat Pilar MPR RI 2026
LCC Empat Pilar 2026. Foto: YouTube/MPRGOID
Jakarta -

Media sosial tengah ramai membahas dugaan perilaku gaslighting yang dikaitkan dengan seorang MC di Lomba Cerdas Cermat (LCC) MPR Empat Pilar. Secara umum, apa itu gaslighting dan seberapa fatal dampaknya ke korban?

Dalam cuplikan video yang beredar, MC lomba mengatakan 'hanya perasaan adik-adik' saat peserta yang menjawab benar tapi dianggap salah menyuarakan protes. Situasi ini muncul setelah juri menunjukkan sikap defensif dan malah menyalahkan artikulasi peserta.

Baik MC maupun para juri akhirnya jadi bulan-bulanan netizen karena dianggap arogan dan antikritik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Apa Itu Gaslighting?

Istilah gaslighting sering digunakan (dan disalahgunakan) untuk menggambarkan perilaku buruk, seperti berbohong, membuat orang merasa bersalah, atau mempermalukan.

ADVERTISEMENT

Dikutip dari Cleveland Clinic, arti gaslighting yang sebenarnya adalah bentuk spesifik dari pelecehan emosional dan manipulasi mental yang mengganggu kemampuan seseorang untuk mempercayai orang lain dan diri sendiri.

"Gaslighting adalah bentuk manipulasi emosional untuk membuat merasa seolah-olah perasaan tidak valid, atau bahwa apa yang dipikir sedang terjadi sebenarnya tidak terjadi," jelas psikolog Chivonna Childs.

"Seiring waktu, mulai mempertanyakan harga diri, kepercayaan diri, dan kemampuan mental," sambungnya.

Dampak Gaslighting ke Korban

Menurut psikolog klinis Anastasia Sari Dewi, secara umum, salah satu bentuk manipulasi psikologis ini bisa berdampak pada hilangnya kepercayaan diri, kecemasan meningkat, dan mood yang turun.

"Pertama kurangnya percaya diri, korban gaslighting ini akan merasa tidak yakin dengan dia punya pemikiran dan perasaannya. Karena seringkali dimanipulasi atau dibolak-balik oleh lawan bicaranya," kata Anastasia saat dihubungi detikcom, Rabu (13/5/2026).

"Dia menjadi kurang percaya diri dengan value yang dia punya, karena setelah melakukan sesuatu yang benar atau yang baik, belum tentu responsnya seperti yang dia pelajari. Hal baik berbuah baik," sambungnya.

Lalu, ada kemungkinan rasa cemas yang bisa meningkat setelah korban mendapatkan perlakuan manipulasi.

"Karena dia menjadi khawatir orang lain akan memahami atau tidak dengan yang kumaksud. Orang lain akan berpikir apa tentang aku? Orang lain akan merasa atau menilai aku cukup baik atau tidak? Jangan-jangan aku dinilai salah?" katanya.

"Jangan-jangan aku dinilai berlebihan mungkin, atau aku dinilai yang tidak baik. Jadi intinya mengarah ke sana. Jadi gaslighting membuat diri korban cemas," sambungnya.

Konsekuensi yang diterima korban selanjutnya adalah korban bisa saja mengalami mood turun dan mengarah ke sedih hingga depresi.

"Jadi pada korban gaslighting biasanya ada yang juga kondisi di mana dia tidak mampu untuk berperang dengan pikiran overthinking, cemasnya, dan turunnya kepercayaan dirinya," katanya.

"Lalu mengarah ke sensasi sedih yang mendalam atau depresi. Merasa tidak dipahami, merasa selalu salah, merasa aku tidak capable, merasa aku tidak ada masa depan baik," sambungnya.

Bentuk-bentuk Gaslighting

Tidak ada pengalaman atau perilaku tunggal terkait gaslighting, namun ada pola perilaku yang umum dilakukan, di antaranya:

  • Menuduh
  • Menyalahkan
  • Mengalihkan atau membantah argumen
  • Menyangkal kesalahan
  • Tidak setuju dengan versi kejadian orang lain
  • Membuat orang lain merasa bersalah
  • Mempermalukan dan meremehkan
  • Berbohong
  • Mempertanyakan penilaian
  • Menganggap remeh atau mengabaikan perasaan

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video Efek Gaslighting, Viral Disebut Terkait Kasus Cerdas Cermat MPR"
[Gambas:Video 20detik]
(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads