Tak Harus Buka Dada Lebar, Bypass Jantung Kini Minim Sayatan Lewat MICS

Tak Harus Buka Dada Lebar, Bypass Jantung Kini Minim Sayatan Lewat MICS

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Selasa, 19 Mei 2026 09:43 WIB
adult and child hands holiding red heart with cardiogram, health care love and family concept
Ilustrasi (Foto: Getty Images/SewcreamStudio)
Jakarta -

Operasi bypass jantung selama ini identik dengan tindakan besar yang mengharuskan dada dibuka lebar. Namun, perkembangan teknologi medis kini menghadirkan pendekatan yang lebih 'ramah' bagi pasien.

Lewat teknik Minimally Invasive Cardiac Surgery (MICS), prosedur bypass atau Coronary Artery Bypass Grafting (CABG) bisa dilakukan dengan sayatan yang jauh lebih kecil.

Apa Itu Bypass Jantung?

Bypass jantung atau CABG merupakan prosedur untuk mengatasi penyumbatan pada pembuluh darah koroner. Dokter akan membuat 'jalur baru' menggunakan pembuluh darah dari bagian tubuh lain agar aliran darah ke jantung kembali lancar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi ini umumnya terjadi akibat penumpukan plak (aterosklerosis) yang bisa meningkatkan risiko serangan jantung.

Menurut dokter spesialis bedah toraks dan kardiovaskular dr Heston G B Napitupulu, Sp.BTKV (K) MARS dari Siloam Heart Hospital mengatakan tindakan ini adalah salah satu 'golden standard' untuk pasien-pasien yang mengidap penyakit jantung kompleks.

ADVERTISEMENT

"Jadi nanti kami mengambil pembuluh darah bisa dari kaki, bisa dari dinding dada dan kami sambungkan di jantung melewati pembuluh darah yang tersumbat," kata dr Heston di sela-sela Siloam Cardiac Summit 2026, di Jakarta Selatan, Sabtu (25/4/2026).

Saat ini, lanjut dr Heston, untuk CABG sendiri ada dua teknik yang bisa dilakukan tim dokter: pertama adalah dengan membuka dinding dada atau sternotomi, kemudian MICS dengan minimal invasif.

Kapan Pasien Bisa Menggunakan MICS?

dr Heston menambahkan, ada kondisi-kondisi tertentu yang harus 'dipenuhi' pasien jika ingin menggunakan teknik MICS dalam penanganan bypass jantung.

"Jika pasien itu hanya menderita penyakit jantung koroner, tidak ada penyakit lain. Misalnya penyakit jantung koroner dan katup. Kami melakukan tindakan sternotomi, sehingga dua penyakit tersebut bisa kami obati secara bersama-sama," papar dr Heston.

"Kedua, misalnya pada pasien yang memiliki kelainan bentuk tulang dada, sehingga sulit dilakukan sternotomi, kami bisa melakukannya dengan tindakan dari samping," sambungnya.

Alasan selanjutnya adalah, MICS ini bisa menjadi opsi bagi mereka yang ingin tetap memprioritaskan estetika. Karena sayatan yang dilakukan tim medis akan ada di samping tubuh.

"Berikutnya, tindakan ini juga kami lakukan pada pasien-pasien dengan kelainan atau penyakit pembuluh darah yang tidak terlalu kompleks, sehingga tujuan dari operasi ini, hasil harus sama (MICS dan sternotomi)," katanya.

Keuntungan MICS

Di Siloam Heart Hospital membuktikan dengan tingkat keberhasilan Coronary Artery Bypass Graft (CABG) mencapai 98,8%, mencerminkan komitmen Siloam Heart Hospital sebagai pusat layanan kardiovaskular terpercaya bagi pasien di Indonesia.

Sebagai tindakan operasi yang minim invasif, dr Heston mengatakan secara estetika akan lebih bagus bagi pasien karena hanya akan memberikan sedikit bekas luka dari tindakan.

"Lama perawatannya mungkin bisa 4 hari, 5 hari. Kemudian juga lebih sedikit kami melakukan tindakan intervensi. Jadi hanya sedikit yang dibuka, sehingga kami harapkan risiko pasca operasi jadi lebih minimal," katanya.

Kesiapan Penanganan Darurat Jantung di Siloam Heart Hospitals

Siloam Heart Hospitals telah menjadi Chest Pain Ready Hospital (CPRH), yaitu rumah sakit yang siap menangani kegawatdaruratan jantung secara cepat, tepat, dan terintegrasi. Kesiapan ini didukung oleh sistem end-to-end mulai dari IGD, pemeriksaan EKG dalam waktu kurang dari 10 menit, hingga kesiapan Cath Lab untuk tindakan kateterisasi dan tim medis jantung multi disiplin 24/7, guna memastikan pasien mendapatkan penanganan tanpa penundaan.

Dengan mengusung prinsip 'time is muscle', setiap menit sangat krusial dalam menyelamatkan otot jantung dan meningkatkan peluang hidup pasien. Jika mengalami gejala nyeri dada, masyarakat diimbau untuk segera menghubungi call center darurat Siloam di 1500911 untuk mendapatkan penanganan cepat dan tepat.




(dpy/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads