Kasus Ebola di Afrika Ngegas, WHO Buka Suara soal Risiko Pandemi

Kasus Ebola di Afrika Ngegas, WHO Buka Suara soal Risiko Pandemi

Averus Kautsar - detikHealth
Kamis, 21 Mei 2026 08:04 WIB
Members of the M23 rebel group guard the laboratory as provincial authorities visit the Rodolphe Merieux Laboratory, National Biomedical Research Institute (INRB), where samples from suspected Ebola cases are tested, as part of the response to the ep
Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Arlette Bashizi)
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkapkan hingga saat ini ada hampir 600 kasus dugaan Ebola Virus Bundibugyo dan 139 kasus dugaan kematian terkait virus tersebut. WHO memprediksi angka tersebut akan terus meningkat.

"Kami memperkirakan angka tersebut akan terus meningkat, mengingat lamanya virus ini telah menyebar sebelum wabah terdeteksi," kata Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dikutip dari laman United Nation, Kamis (21/5/2026).

Ia menambahkan Uganda melaporkan dua kasus Ebola yang telah dikonfirmasi di ibu kota Uganda, Kampala.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WHO belum lama ini menetapkan wabah Ebola dalam darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional atau status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC). Namun, mereka menegaskan ini belum tergolong darurat pandemi.

Ahli penyakit menular Prof Lucille H Blumberg mengatakan penularan Ebola cenderung terbatas. Penularan Ebola terjadi lewat kontak langsung dengan darah dan cairan tubuh orang yang terinfeksi.

ADVERTISEMENT

"Jadi, ini bukan kontak biasa, bukan melalui udara. Kita perlu memahami hal itu. Ini juga berkaitan dengan pembatasan perjalanan, yang sebenarnya tidak didukung dalam rekomendasi IHR (International Health Regulations)," ungkapnya.

Hingga saat ini belum ada vaksin yang bisa digunakan. WHO saat ini berfokus untuk mencegah penularan lebih luas virus langka dan berefek parah tersebut.

Ini menjadi tantangan tersendiri lantaran negara tersebut juga memiliki situasi keamanan yang kurang baik.

Halaman 2 dari 2
(avk/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads