Ebola Kini 'Selevel' COVID-19 di Awal Pandemi, Ini Antisipasi Kemenkes RI

Ebola Kini 'Selevel' COVID-19 di Awal Pandemi, Ini Antisipasi Kemenkes RI

Devandra Abi Prasetyo - detikHealth
Sabtu, 23 Mei 2026 09:04 WIB
Virus abstract background
Ilustrasi virus Ebola (Foto: Getty Images/nopparit)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes RI) mengaku cukup percaya diri dalam menghadapi ancaman Ebola yang belakangan ini menggemparkan dunia.

Saat ini, World Health Organization (WHO) telah menetapkan status Darurat Kesehatan Masyarakat yang Meresahkan Dunia atau Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) pada 17 Mei 2026 terkait wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo (RD Kongo).

Dengan kata lain, status PHEIC ini menempatkan Ebola 'setara' dengan COVID-19 pada masa awal pandemi, sehingga perlunya kewaspadaan masyarakat. Untuk COVID-19, status PHEIC sudah dicabut pada 2023 ketika pandemi dianggap sudah mulai terkendali.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kita sudah melakukan mitigasi. Kemampuan kita melakukan diagnosis sudah mumpuni. Kita sudah bisa melakukan diagnosis," kata Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono di Banda Aceh, Jumat (22/5/2026).

"Tapi kita tetap melakukan karantina dan skrining terhadap kemungkinan kalau virus Ebola masuk ke Indonesia," sambungnya.

ADVERTISEMENT

Meskipun Ebola kini menggemparkan beberapa negara di Benua Afrika, Dante menegaskan bahwa virus ini belum masuk di Indonesia.

"Sebelum WHO mengeluarkan PHEIC tersebut, saya langsung kirim ke pak Andi Saguni (Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit)," katanya.

"Pada hari itu juga pak Andi Saguni langsung mengadakan pertemuan dengan seluruh Kepala BKK se-Indonesia. Pada hari itu juga pak Andi Saguni memberikan SE, surat edaran, tentang kewaspadaan virus Ebola," sambungnya.

Kemenkes meminta masyarakat tetap tenang dan tidak mudah terpengaruh informasi yang tidak valid atau hoaks terkait Ebola yang beredar di media sosial. Edukasi mengenai penyakit ini dinilai penting agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar.

"Ebola merupakan penyakit infeksi virus yang dapat menyebabkan kematian dengan tingkat fatalitas rata-rata mencapai 50 persen," kata Kepala Biro Komunikasi Kemenkes Aji Muhawarman.

"Saat ini terdapat tiga jenis strain virus yang sering menyebabkan wabah, yaitu Ebola Virus Disease (EVD), Sudan Virus Disease (SVD), dan yang saat ini berkembang di Kongo yaitu Bundibugyo Virus Disease (BVD)," tutupnya.



Halaman 2 dari 2
(dpy/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads