Pemotongan hewan kurban harus dilakukan dengan baik dan benar. Persiapan yang baik pada hewan juga perlu diketahui agar proses penyembelihan berjalan dengan lancar.
Ketua Kelompok Substansi Pengawasan Keamanan Produk Hewan Direktorat Kesehatan Masyarakat Veteriner Ditjen PKH Kementan, Ira Firgorita, mengatakan, terdapat persyaratan untuk memuasakan hewan 12 jam sebelum disembelih. Pakan yang berlebihan juga bisa membuat hewan muntah saat penyembelihan.
"Kalau itu berisikonya terhadap keamanan pangan. Karena kalau lambung dan ususnya penuh makanan, nanti pada saat disembelih itu (kotorannya) akan mengkontaminasi. Tapi air minum harus tersedia selalu," kata Ira dalam Webinar Paman Kece 6 yang diselenggarakan BPOM RI.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat disembelih dan perutnya penuh, maka fesesnya akan banyak. Semakin sedikit fesesnya karena puasa maka akan semakin bersih dan aman.
Selain itu, hewan kurban juga perlu diperlakukan dengan baik dan tidak kasar untuk menjaga kualitas daging yang dihasilkan. Pastikan juga untuk memberi waktu istirahat hewan, selain mencukupi kebutuhan air minumnya.
"Ada aturannya, sebelum disembelih itu minimal dia istirahatnya tiga jam," kata Ira.
Kondisi penyembelihan juga perlu diperhatikan. Kerumunan dan kebisingan bisa membuat hewan stres sehingga lebih sulit diatasi dan penyembelihan dilakukan lebih lama.
"Jadi harusnya tempat penyembelihan tertutup," tambahnya.
Untuk menjaga kebersihan dan keamanan pangan, area penyembelihan harus terpisah dari penampungan dan penanganan daging. Hal ini dilakukan demi menghindari kontaminasi.
"Pada prinsipnya penyembelihan hewan kurban harus memenuhi aspek kehalalan, kesejahteraan hewan, higiene sanitasi, dan kemudian keamanan pangan," katanya.










































