Pentingnya Mengenal Risiko Kekambuhan Kanker Payudara, Ini yang Perlu Diwaspadai

Pentingnya Mengenal Risiko Kekambuhan Kanker Payudara, Ini yang Perlu Diwaspadai

Averus Kautsar - detikHealth
Jumat, 29 Mei 2026 18:15 WIB
The 6th Siloam Oncology Summit
Dr dr Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM dari Siloam International Hospitals menyampaikan paparan. (Foto: detikHealth/Aldrian)
Jakarta -

Kanker payudara masih menjadi salah satu masalah kesehatan besar di Indonesia. Selain kasusnya yang masih tergolong tinggi, risiko kekambuhan terkait kanker payudara juga belum banyak diperhatikan, khususnya oleh masyarakat umum.

Spesialis penyakit dalam subspesialis hematologi onkologi Dr dr Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM mengungkapkan dari penelitian yang ada, meskipun kanker ditemukan di stadium awal, sebagian pasien memiliki angka kekambuhan 20-30 persen dalam 20 tahun ke depan.

Jadi, anggapan pasien kanker payudara stadium awal yang sudah selesai operasi 'pasti aman' di waktu-waktu selanjutnya, menurut dr Jeffry kurang tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu faktor risiko utama kekambuhan dari kanker payudara adalah jenis kanker yang diidap pasien. Ada beberapa jenis kanker yang bersifat agresif, sehingga memiliki tingkat kekambuhan yang tinggi.

"Yang paling sering (faktor kekambuhan) adalah kondisi dari kanker itu awalnya," ungkap dr Jeffry ketika berbincang dalam acara The 6th Siloam Oncology Summit di Shangri-La, Jakarta Pusat, Sabtu (23/5/2026).

ADVERTISEMENT

"Ada beberapa jenis kanker itu yang memang tumbuhnya lambat. Kemudian sifatnya cenderung tidak terlalu agresif. Tapi ada jenis-jenis breast cancer itu sangat agresif. Misalkan jenis tipe R2 positif atau triple negatif, itu kekambuhannya masih akan sangat tinggi walaupun ditemukan di stadium awal," sambungnya.

Semakin Banyak Pasien Kanker Payudara di Usia Muda

dr Jeffry mengatakan saat ini kejadian kekambuhan kanker payudara semakin banyak ditemukan. Salah satu faktornya adalah pengidap kanker yang kini semakin muda.

Jika dulunya, pasien kanker payudara ditemukan di usia sekitar 40-50 tahun, sekarang banyak orang yang masih berusia 20-an sudah mengidap kanker payudara. Berdasarkan penelitian yang ada, dr Jeffry mengungkapkan angka kekambuhan meningkat seiring semakin mudanya pasien kanker payudara.

Menurutnya, fenomena pasien kanker payudara yang semakin muda tidak hanya terjadi di Indonesia, melainkan di seluruh dunia.

dr Jeffry berpendapat tidak ada faktor tunggal yang menjadi penyebab mengapa saat ini pengidap kanker payudara semakin muda. Namun, memang ada semakin banyak faktor pencetus yang muncul di sekeliling masyarakat masa kini.

"Karena kita hidup di dunia yang pencetus cancer itu di mana-mana. Misalnya kita pegang handphone tiap hari. Itu radiasi. Kemudian kita makan dengan mikroplastik di mana-mana," katanya.

"Paparan karsinogenik ultra-processed food itu ada di mana-mana. Jadi kita memang hidup di dunia ini yang lingkungan kita itu adalah yang bisa memicu terjadinya kanker. Tapi kalau ditanya exact 'pastinya faktor apa?' kita nggak bisa bilang bahwa ini satu faktor penyebabnya," sambung dr Jeffry.

'Red Flag' Kekambuhan Kanker Payudara

The 6th Siloam Oncology SummitSesi interview dengan Dr dr Jeffry Beta Tenggara, SpPD-KHOM dari Siloam International Hospitals. Foto: Siloam Hospitals

Kekambuhan kanker bisa muncul di organ lain. Kanker dapat kambuh di organ lain karena sebagian sel kanker kadang sudah menyebar ke tubuh dalam jumlah sangat kecil sejak awal dan belum terdeteksi saat pengobatan dilakukan.

"Mungkin nggak bahwa ada satu sel atau dua sel kanker yang awalnya misalkan cuma di payudara. Tapi mungkin sembunyi. Sudah lepas tapi sembunyi di tempat yang lain. Dan dia butuh waktu untuk tumbuh tiba-tiba munculnya ada di tempat lain," jelas dr Jeffry.

Apakah kanker yang kambuh menunjukkan gejala yang tampak? Secara umum, jika jumlah sel kanker yang muncul dalam jumlah kecil, maka gejala tidak akan terlalu terlihat.

Sementara itu, jenis gejala yang muncul akan tergantung ada di mana sel kanker tersebut tumbuh kembali.

Gejala pada akhirnya hanya akan terlihat jika sel kanker sudah menyebar pada organ tertentu, sehingga organ sudah tidak berfungsi dengan normal. Sebagai contoh, jika kanker akhirnya menyerang liver maka akan memunculkan gejala kuning atau jika kanker menyebar di paru maka gejala yang muncul seperti batuk darah atau sesak.

Sehingga bisa dikatakan gejala yang tampak justru menandakan kekambuhan kanker yang terjadi sudah cukup parah.

"Itu gunanya kenapa saya bilang kita harus lakukan evaluasi berkala, baik itu mau pakai scan, mau pakai PET scan. Supaya kalau kita tahu bahwa ini sudah ada terjadi, kita bisa dapat dalam fase yang lebih awal, tentu ngobatinnya akan jadinya lebih lebih gampang," jelas dr Jeffry.

Kondisi kanker payudara pada tiap pasien bisa sangat berbeda. dr Jeffry menjelaskan proses perawatan kanker payudara saat ini bisa berbeda tiap pasien, tergantung dari tingkat keparahan hingga jenis kanker payudara.

Pada saat ini perawatan kanker payudara bisa disa disesuaikan sampai level genetik dengan pemeriksaan next gene sequenceing (NGS), sehingga jauh lebih spesifik dan efektif.

Langkah Mencegah Kambuhnya Kanker Payudara

Ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah munculnya kanker payudara dan mencegah kekambuhannya. Pada orang yang 'sehat', sangat penting untuk bisa mencegah berbagai faktor risiko kanker yang ada.

Beberapa di antaranya seperti menerapkan gaya hidup sehat, berhenti merokok, menjaga berat badan ideal, menjaga aktivitas fisik dan berolahraga, serta menjaga pola makan seimbang dengan menghindari alkohol dan ultra-processed food.

Kemudian langkah pencegahan terpenting yang harus dilakukan adalah melakukan skrining dini. Ini untuk mengantisipasi munculnya 'faktor x' yang tidak diketahui sehingga kanker tetap ditemukan lebih cepat.

"Karena masih banyak faktor X yang kita tidak bisa jawab sebagai penyebab kan. Artinya kita sudah bisa lakukan semua hidup sehat, tidak rokok, tidak alkohol berat badan masih ideal, tetap ada yang kena kanker. Artinya kan ada faktor X yang kita tidak tahu penyebabnya," ungkap dr Jeffry.

Medical check up bisa dilakukan setiap tahun sekali. Apabila memiliki faktor riwayat kanker di keluarga, tambahan pemeriksaaan juga bisa dilakukan.

Sementara itu, untuk survivor kanker payudara, langkah penting dalam mencegah kekambuhan adalah dengan melakukan surveillance atau pemantauan secara berkala. Surveillance bisa dilakukan sekitar 6 bulan atau 1 tahun sekali.

dr Jeffry menambahkan ada beberapa terapi medis yang diberikan pada pasien kanker payudara pasca operasi. Misalnya, seperti kemoterapi untuk memastikan tidak ada sel yang tersisa.

Kemudian juga ada juga obat anti-hormon, imunoterapi, hingga anti HER2 Therapy Target. Pemberian obat anti-hormon bisa diberikan sampai 10 tahun, imunoterapi bisa diberikan kurang lebih selama 1 tahun, dan anti HER2 Theraphy Target juga kurang lebih setahun.

Ia meminta semua orang untuk tidak takut memeriksakan kondisinya ke dokter. Semakin cepat kekambuhan ditemukan, maka semakin cepat kanker diobati.

"Jangan pernah takut untuk periksakan ke dokter pada saat anda menemukan suatu gejala mencurigakan di badan Anda. Kalau misalkan diperlukan jangan takut untuk lakukan pemeriksaan lanjut seperti biopsi. Satu-satunya cara kita untuk menyatakan bahwa suatu benjolan itu kanker atau bukan hanya melalui biopsi," tandasnya.

Penanganan Kanker di MRCCC Siloam Semanggi

Mochtar Riady Comprehensive Cancer Center (MRCCC) Siloam Semanggi merupakan rumah sakit rujukan kanker di Indonesia dan Asia Tenggara yang didukung pendekatan Multidisciplinary Team (MDT) untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan kanker yang terintegrasi sesuai kebutuhan pasien. Layanan ini mencakup deteksi dini hingga pengobatan kanker secara menyeluruh.

Upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen Siloam untuk menghadirkan layanan kesehatan yang lebih terintegrasi dan mudah diakses oleh masyarakat serta mempertegas peran Siloam sebagai bagian dari jaringan layanan rujukan nasional yang mampu menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tanpa harus pergi ke luar negeri, khususnya dalam penanganan dan pengobatan kanker.




(avk/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads