Terngiang-ngiang 'My Little Bolu Ketan'? Ini Kata Dokter Jiwa soal Fenomena Lagu Viral

Terngiang-ngiang 'My Little Bolu Ketan'? Ini Kata Dokter Jiwa soal Fenomena Lagu Viral

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 29 Mei 2026 18:31 WIB
Terngiang-ngiang My Little Bolu Ketan? Ini Kata Dokter Jiwa soal Fenomena Lagu Viral
Foto ilustrasi: Getty Images/Ratchanee Panchampa
Jakarta -

Warganet belakangan ramai menyoroti lagu 'My Little Bolu Ketan'. Pasalnya, lagu ini kerap dipakai di beragam video platform media sosial, utamanya TikTok.

Nada dan liriknya disebut mudah diingat, sehingga tidak sedikit netizen yang mengaku lagu itu terus terngiang-ngiang di kepala meski sudah berhenti mendengarnya.

Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, fenomena tersebut sebenarnya bukan hal baru dalam psikologi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Istilah yang sering digunakan adalah earworm atau Involuntary Musical Imagery (IMI), yaitu kondisi ketika potongan lagu, melodi, atau lirik muncul berulang di pikiran tanpa disengaja," jelas dr Lahargo saat dihubungi detikcom, Jumat (29/5/2026).

Kenapa Lagu Viral Mudah Nempel di Kepala?

Menurut dr Lahargo, otak manusia memang dirancang untuk mengenali pola dan lebih mudah mengingat sesuatu yang sederhana, berulang, dan memicu emosi.

ADVERTISEMENT

Karena itu, lagu-lagu viral umumnya punya karakteristik:

  • Melodi sederhana dan mudah ditebak
  • Lirik pendek dan repetitif
  • Ritme yang mudah diikuti
  • Sering muncul berulang di media sosial
  • Berkaitan dengan humor atau tren tertentu

Paparan terus-menerus di TikTok, Instagram Reels, atau platform lain membuat otak menganggap lagu tersebut sebagai informasi penting sehingga lebih mudah tersimpan dalam memori jangka pendek.

Apa yang Terjadi di Otak?

Saat seseorang mendengar musik, beberapa area otak bekerja bersamaan, mulai dari korteks auditori yang memproses suara, hippocampus untuk memori, amigdala yang berkaitan dengan emosi, hingga sistem dopamin yang memunculkan rasa senang dan penasaran.

Menurut dr Lahargo, ketika lagu diputar terus-menerus, jalur saraf tertentu menjadi semakin kuat sehingga otak bisa 'memutar ulang' lagunya meski musiknya sudah berhenti.

"Ibaratnya lagunya sudah selesai diputar, tetapi otak masih menekan tombol replay," kata dia.

Apakah Termasuk Kecanduan?

dr Lahargo menegaskan earworm umumnya merupakan fenomena normal dan hampir dialami semua orang. Namun, mekanismenya memang sedikit mirip dengan proses kecanduan ringan.

Hal itu terjadi karena adanya paparan berulang, aktivasi sistem dopamin, hingga dorongan untuk mendengarkan kembali lagu tersebut.

Meski begitu, kondisi ini biasanya akan hilang dengan sendirinya seiring berkurangnya paparan lagu di media sosial.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Psikolog Ayank Irma Setuju Pemerintah Atur Batasan Medsos untuk Anak"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads