Terngiang Lagu Viral 'My Bolu Ketan', Terhibur atau Kadang Kesel? Ini Bedanya

Terngiang Lagu Viral 'My Bolu Ketan', Terhibur atau Kadang Kesel? Ini Bedanya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Sabtu, 30 Mei 2026 09:06 WIB
Terngiang Lagu Viral My Bolu Ketan, Terhibur atau Kadang Kesel? Ini Bedanya
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Jajah-sireenut
Jakarta -

Lagu viral 'My Little Bolu Ketan' ramai berseliweran di TikTok hingga Instagram. Tak sedikit warganet mengaku lagu tersebut terus terngiang-ngiang di kepala bahkan tanpa sengaja ikut menyanyikannya saat beraktivitas.

Menurut dokter spesialis kedokteran jiwa dr Lahargo Kembaren, SpKJ, fenomena ini terjadi karena otak manusia memang lebih mudah mengingat sesuatu yang unik, lucu, sederhana, dan berulang.

"Secara psikologis ini disebut efek mere exposure, yaitu semakin sering kita terpapar sesuatu, semakin akrab dan mudah disukai oleh otak," jelas dr Lahargo kepada detikcom, Jumat (29/5/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia mengatakan otak tidak selalu menyimpan hal yang paling penting atau paling cerdas, melainkan hal yang paling sering muncul dan mudah dikenali.

"Otak manusia kadang tidak menyimpan yang paling penting, tetapi yang paling sering lewat," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, lagu viral biasanya cepat menempel di kepala karena memiliki pola sederhana, lirik repetitif, dan sering muncul berulang di media sosial melalui algoritma.

Bisa Bikin Mood Naik sampai Produktif

dr Lahargo menjelaskan dalam jangka pendek earworm atau lagu yang terus terngiang umumnya tidak berbahaya. Bahkan pada sebagian orang justru bisa meningkatkan suasana hati.

Fenomena ini dapat:

  • meningkatkan mood,
  • memunculkan rasa senang,
  • menjadi hiburan ringan,
  • hingga menimbulkan rasa kebersamaan karena mengikuti tren yang sama.

Namun pada sebagian orang lain, terutama yang sedang stres atau sulit fokus, lagu yang terus berputar di kepala justru bisa memicu rasa jengkel.

"Jika berlebihan, earworm dapat mengganggu fokus, menurunkan produktivitas, membuat sulit tidur, bahkan memunculkan rasa kesal," kata dr Lahargo.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada bukti kuat bahwa lagu viral dapat menyebabkan gangguan mental jangka panjang pada orang sehat.

Hal yang lebih perlu diperhatikan, menurutnya, adalah kebiasaan konsumsi media sosial berlebihan karena dapat membuat otak terbiasa mencari stimulasi cepat dan menurunkan rentang perhatian.

Halaman 2 dari 2
(naf/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads