Nutrisi yang lengkap dan seimbang menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung kecerdasan sekaligus tumbuh kembang anak. Namun, selain asupan gizi, stimulasi yang sesuai usia dan keterlibatan orang tua juga berperan besar dalam membantu anak berkembang secara optimal.
Dokter Spesialis Anak, dr. Mulki Angela, CIMI, Sp.A, Ph.D menjelaskan fondasi tumbuh kembang anak sebenarnya sudah dimulai sejak masa kehamilan. Karena itu, pemenuhan nutrisi perlu diperhatikan sejak 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yakni sejak janin hingga anak berusia dua tahun.
"Seribu pertama kehidupan itu dari sejak masa kandungannya. Jadi sejak janin sampai dengan usia anak 2 tahun. Nah ini periode yang sangat penting. Jadi disini faktor nutrisi sangat penting bagi anak tersebut," ujarnya dalam talkshow bertema 'Maksimalkan Kecerdasan Si Kecil, Lengkapi dengan Nutrisi Sempurna' yang digelar Frisian Flag Indonesia di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan, Banten, Sabtu (30/5/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski demikian, perhatian terhadap nutrisi tidak boleh berhenti setelah anak melewati masa balita. Ia menegaskan kebutuhan gizi dan stimulasi tetap harus diberikan hingga anak berusia remaja.
"Jadi memang anak itu sampai 18 tahun. Jadi tidak berhenti di seribu pertama kehidupan. Sampai dengan usia 18 tahun tentu anak tetap butuh nutrisi, stimulasi yang sesuai dengan usianya," jelasnya.
Menurutnya, orang tua perlu memastikan anak mendapatkan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Selain itu, beberapa zat gizi seperti asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 juga berperan dalam mendukung perkembangan otak anak.
"Saat kita memberikan makan pada anak ataupun minuman, tentunya kita perhatikan kandungan gizinya. Mesti gizi seimbang karena mencakup semua zat gizi, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air," katanya.
Lebih lanjut, ia mengatakan orang tua juga perlu memastikan anak mendapatkan gizi seimbang yang mencakup karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Selain itu, beberapa zat gizi seperti asam lemak esensial omega-3 dan omega-6 juga berperan dalam mendukung perkembangan otak anak.
"Saat kita memberikan makan pada anak ataupun minuman, tentunya kita perhatikan kandungan gizinya. Mesti gizi seimbang karena mencakup semua zat gizi, baik itu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air," katanya.
dr. Mulki menjelaskan, kebutuhan gizi anak tidak hanya berasal dari zat gizi makro seperti karbohidrat, protein, dan lemak, tetapi juga mikronutrien yang berperan dalam mendukung tumbuh kembang. Ia menyebut asam lemak esensial seperti omega-3 dan omega-6 menjadi salah satu nutrisi yang penting untuk menunjang perkembangan otak anak.
"Jadi harus ada karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Dan namanya zat gizi itu ada makronutrien dan mikronutrien. Nah termasuk contohnya seperti omega-3, omega-6," jelasnya.
Foto: Rahmat Khairurizqi |
Nutrisi dan Stimulasi Harus Berjalan Beriringan
dr. Mulki juga mengingatkan pentingnya memperhatikan makanan selingan atau snack time anak. Menurutnya, selain makanan utama, susu tetap dapat menjadi pilihan untuk melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
"Untuk snack tentunya pemberian susu tetap sangat dianjurkan. Karena susu mengandung protein, lemak, kemudian juga mikronutrien seperti kalsium termasuk asam lemak esensial," ujarnya.
Tak hanya nutrisi, dr. Mulki menegaskan bahwa perkembangan anak juga membutuhkan stimulasi yang sesuai dengan tahap usianya. Menurutnya, perkembangan anak tidak hanya dilihat dari aspek fisik, tetapi juga kemampuan motorik, bahasa, sosial, emosional hingga kognitif.
"Kalau kita ingin anak bertumbuh dan berkembang dengan baik, nggak cukup hanya nutrisi saja. Jadi memang stimulasi sesuai usia sangat penting," kata dr. Mulki.
Ia menambahkan, peran orang tua menjadi faktor penting dalam mendukung perkembangan anak karena anak belajar dari lingkungan terdekatnya.
"Ayah dan ibu ini teladan dan contohnya. Interaksi antara ayah dan ibu maupun ayah dan ibu dengan anak-anak sangat penting bagi perkembangan si anak tersebut," tuturnya.
Bagi anak usia prasekolah, bermain juga menjadi bagian penting dalam proses stimulasi tumbuh kembang. Karena itu, orang tua disarankan lebih banyak meluangkan waktu untuk berinteraksi dan bermain bersama anak.
"Jangan sampai misalnya anaknya masih belum usia sekolah dipaksain yang akademis. Padahal perkembangannya butuhnya untuk bermain. Jadi daripada lihat gadget atau sibuk sendiri, mendingan main bareng anak," pungkasnya.
Foto: Rahmat Khairurizqi |
Keseruan Talkshow dan Aktivitas Anak di Hari Kedua
Talkshow 'Maksimalkan Kecerdasan Si Kecil, Lengkapi dengan Nutrisi Sempurna' menjadi salah satu rangkaian acara 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' yang berlangsung pada 29-31 Mei 2026 di Atrium Bintaro Xchange Mall (BXC) 2, Tangerang Selatan.
Pada hari kedua, Frisian Flag Indonesia menghadirkan berbagai kegiatan edukatif dan hiburan keluarga yang dapat dinikmati oleh orang tua dan anak. Selain sesi talkshow bersama dokter spesialis anak, acara juga dimeriahkan dengan penampilan seni anak hingga aktivitas interaktif bagi pengunjung.
Acara dibuka dengan penampilan dance dari TL Al Azhar BSD dan choir dari TK Abdi Siswa Bintaro yang membawakan lagu Hai Lebah dan Grizzly Bear. Suasana semakin meriah dengan penampilan Tari Setinggi Langit yang dibawakan oleh 15 anak dengan kostum bernuansa putih dan biru.
Pengunjung juga diajak mengikuti sesi Cooking Creation bersama Chef Dimas Hanif Makarim. Dalam sesi tersebut, Chef Dimas memperkenalkan sejumlah kreasi menu berbahan dasar susu dan kental manis Frisian Flag, mulai dari Ubee Unbake Cheesecake, Tamago Sando/Jasuke Sando, hingga Daifuku Brownies hasil kolaborasi dengan Amanda Brownies.
Tak hanya menyaksikan demo memasak, dua pengunjung juga berkesempatan naik ke atas panggung untuk mencoba membuat Daifuku Brownies bersama Chef Dimas secara langsung.
Rangkaian acara hari kedua kemudian dilanjutkan dengan penampilan modern dance dari Ananda Voice 9 serta choir dari Wood Block Music & Art School yang membawakan lagu Cublak-cublak Suweng dan Soleram.
Sebagai penutup, Mydoremi Musical Studio menghadirkan penampilan musik yang membawakan enam lagu anak-anak populer, yakni Mydoremi, Aku Anak Indonesia, Jadi yang Terbaik, Gembira Berkumpul, Kamu Kamu Temanku, dan Libur Telah Tiba.
Setelah rangkaian acara di Bintaro, 'Frisian Flag, Temani Langkahmu, Kini dan Nanti' juga akan menyapa masyarakat Surabaya melalui kegiatan serupa yang akan digelar di Tunjungan Plaza pada 19-21 Juni 2026.
(anl/ega)












































