BPOM Bicara Kemungkinan Harga Obat Naik usai Nilai Tukar Rupiah Melemah

BPOM Bicara Kemungkinan Harga Obat Naik usai Nilai Tukar Rupiah Melemah

Averus Kautsar - detikHealth
Selasa, 02 Jun 2026 14:59 WIB
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar. (Foto: detikHealth/Averus)
Jakarta -

Kepala BPOM RI Taruna Ikrar berbicara soal adanya potensi kenaikan harga obat-obatan di Indonesia, menyusul nilai tukar rupiah yang melemah dalam beberapa waktu terakhir. Ini terjadi karena masih ada banyak bahan obat yang diimpor dari luar negeri.

Taruna Ikrar menuturkan industri farmasi akhirnya harus melakukan penyesuaian harga agar tetap bisa bertahan.

"Tentu industri farmasi kita supaya bisa survive akan menaikkan (harga). Tapi kita dari pemerintah berharap kenaikannya jangan terlalu tinggi," ucap Taruna ketika ditemui awak media di Kantor BPOM, Jakarta Pusat, Selasa (2/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Demi mengatasi kenaikan harga obat, pihaknya akan melakukan beberapa langkah. Misalnya seperti penyesuaian dari kemasan, hingga mencari pemasok bahan baku obat dari negara lain dengan harga yang lebih terjangkau.

ADVERTISEMENT

Lewat kebijakan yang dibuat, diharapkan harga obat dalam negeri bisa lebih stabil.

"Bagaimana penggantian misalnya suplainya dari negara A, dia bisa pindah ke negara B. Dengan kebijakan-kebijakan ini, yang kami sudah ditandangani, saya yakin itu bisa menurunkan atau at least menstabilkan harga obat," kata Taruna.

"Kita tidak bisa bohong, harga dollar naik, perang masih jalan, bahan baku berkurang, harga naik sedikit. Kita berharap jangan terlalu ekstrem naiknya," sambungnya.




(avk/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads