Viral Influencer 'Cosplay' Jadi Disabilitas Banjir Hujatan Dikaitkan Ableism, Apa Itu?

Viral Influencer 'Cosplay' Jadi Disabilitas Banjir Hujatan Dikaitkan Ableism, Apa Itu?

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Kamis, 04 Jun 2026 16:00 WIB
seorang influencer banjir hujatan usai personal brandingnya dinilai sengaja membuat bahan bercandaan soal disabilitas
Foto: tangkapan layar viral
Jakarta -

Viral di media sosial seorang influencer yang dinilai melakukan 'cosplay' atau parodi sebagai penyandang disabilitas. Sejumlah video yang diunggah bahkan merupakan konten promosi produk kecantikan dari merek ternama.

Konten tersebut menuai kritik keras dari warganet. Tidak sedikit yang menilai tayangan tersebut tidak etis karena menjadikan kondisi disabilitas sebagai bahan candaan sekaligus bagian dari personal branding.

"mungkin pengen ngerasain jadi disabilitas," tulis salah satu netizen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"dan yang endorse dia juga pada stres. kok bisa marketing ke KOL yang konten bullying diskriminasi buat teman-teman disabilitas dan dibuat katanya becandaan? gak waras," timpal netizen lain.

Hal ini turut disorot oleh dr Adam Prabata, dokter yang aktif membagikan edukasi kesehatan dan ulasan jurnal ilmiah di media sosial. Menurutnya, candaan yang menjadikan disabilitas sebagai objek hiburan bukan sekadar persoalan sensitivitas, tetapi berpotensi berdampak pada kesehatan mental penyandang disabilitas.

ADVERTISEMENT

"Konten seperti ini bisa memperkuat stigma sosial yang sudah lama dihadapi teman-teman disabilitas," ujar dr Adam kepada detikcom, Kamis (4/6/2026).

Ia menjelaskan fenomena tersebut berkaitan dengan konsep ableism, yakni diskriminasi atau prasangka terhadap penyandang disabilitas yang menganggap kondisi fisik atau mental tertentu lebih 'normal' atau lebih bernilai dibanding kondisi disabilitas.

Apa Itu Ableism?

Dikutip dari kajian yang dipublikasikan oleh National Institutes of Health (NIH), ableism sering kali berbahaya karena dianggap sebagai sesuatu yang 'wajar' atau common sense. Dalam dunia kesehatan, pandangan seperti ini dapat membuat penyandang disabilitas dipersepsikan memiliki kualitas hidup yang lebih rendah hanya karena membutuhkan alat bantu seperti kursi roda, ventilator, atau selang makan.

Menurut kajian tersebut, ableism yang mengakar di masyarakat dapat meningkatkan kerentanan penyandang disabilitas terhadap berbagai bentuk diskriminasi sosial maupun psikologis. Karena itu, para peneliti menekankan pentingnya memahami pengalaman hidup penyandang disabilitas secara langsung untuk mengurangi stigma dan stereotip negatif.

dr Adam menambahkan, dampak psikologis dari candaan atau parodi disabilitas juga telah didokumentasikan dalam berbagai penelitian.

"Penyandang disabilitas yang terus-menerus melihat representasi negatif seperti ini berisiko mengalami kecemasan, penurunan harga diri, hingga gejala depresi," jelasnya.

Hal ini juga diperkuat oleh penelitian tahun 2024 yang dipublikasikan di Journal of Media Psychology. Studi tersebut menemukan bahwa humor mengenai disabilitas dapat memperkuat stereotip negatif, menurunkan empati penonton terhadap kelompok disabilitas, serta memicu tekanan emosional bagi penyandang disabilitas yang menjadi sasaran candaan.

"Meskipun pembuat konten mengklaim hanya bercanda, korban sering mengalami ejekan, cyberbullying, dan self-censorship, karena takut diejek lebih lanjut. Cukup, semoga tidak ada lagi humor-humor seperti ini," tegasnya.

Belakangan, pemilik akun yang viral tersebut juga telah menyampaikan permintaan maaf. Ia mengaku menyesali konten yang dibuat dan berjanji tidak akan kembali membuat video serupa di masa mendatang.

Menurut para ahli, kasus ini menjadi pengingat bahwa disabilitas bukanlah bahan hiburan. Edukasi publik mengenai ableism dan dampaknya dinilai penting agar media sosial menjadi ruang yang lebih inklusif dan aman bagi semua kelompok masyarakat.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Pemerkosa Gadis Disabilitas di Mamuju Ditangkap Usai Sembunyi di Hutan"
[Gambas:Video 20detik]
(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads