Soroti Klaim 'Less Sugar' yang Problematik, BPOM Lebih Sarankan 'Low Sugar'

detikcom Leaders Forum

Soroti Klaim 'Less Sugar' yang Problematik, BPOM Lebih Sarankan 'Low Sugar'

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Jumat, 05 Jun 2026 17:16 WIB
Detikcom Leaders Forum
Kepala BPOM RI Taruna Ikrar di acara detikcom Leaders Forum 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk' (Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto)
Jakarta -

Klaim less sugar banyak ditemukan di beberapa varian produk makanan atau minuman, mengesankan bahwa produk tersebut merupakan pilihan lebih sehat. Apakah produk ini lebih benar-benar rendah gula?

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI, Taruna Ikrar mengatakan, istilah less sugar digunakan sebuah produk untuk mengklaim bahwa kandungan gulanya rendah dibandingkan dengan produk sejenis. BPOM sendiri menegaskan, pihaknya tidak menggunakan istilah less sugar, melainkan low sugar.

"Kalau ukurannya BPOM itu kita masuknya low sugar bukan less sugar. Kalau disebutkan low sugar itu memang kandungan gulanya kurang, kalau less sugar tergantung pembandingnya," kata Taruna dalam diskusi detikcom Leaders Forum 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk', Jumat (5/6/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT
Detikcom Leaders Forum  'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk'Detikcom Leaders Forum 'Jebakan Hidden Sugar: Ada di Mana-mana, Diam-diam Bikin Gemuk' Foto: Andhika Prasetia/DetikFoto


Ia mencontohkan adanya minuman segar dengan kandungan gula 100 gram. Kemudian, ada minuman segar lainnya dengan kandungan 95 gram. Maka yang 95 gram disebut less sugar, meski bedanya tidak signifikan.

"Tapi kalau menurut ukurannya BPOM 95 gram itu sudah tinggi, sudah dapat label merah seharusnya," tuturnya.

Dengan demikian, BPOM menganut istilah low sugar, bukan less sugar yang berarti ada perbandingan dalam takaran gula. Sebuah produk yang mengklaim low sugar tidak akan memiliki izin edar jika kandungan gulanya tinggi.

"Istilah less dan low itu beda. Kalau low itu rendah kalau less itu lebih rendah dibanding, mungkin juga cuma nol koma berapa. Jadi itu pintarnya para pelaku usaha, less atau low," pungkasnya.



(elk/up)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads