Reaksi Menkes Budi Saat Namanya Disebut Jadi Kandidat Kuat Dirjen WHO

Reaksi Menkes Budi Saat Namanya Disebut Jadi Kandidat Kuat Dirjen WHO

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 22 Jun 2026 15:03 WIB
Menkes Budi Gunadi Sadikin di sela acara ground breaking pembangunan gedung Central Medical Unit (CMU) RSUP Dr Sardjito, Kamis (8/1/2026).
Foto: Jauh Hari Wawan S/detikJogja
Jakarta -

Nama Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin belakangan santer disebut sebagai salah satu kandidat kuat Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO. Sejumlah media internasional bahkan menilai Budi memiliki peluang besar untuk memimpin lembaga kesehatan global tersebut.

Namun saat dimintai tanggapan soal kabar itu, Budi justru merespons santai.

"Iya?" kata Budi sambil tertawa saat ditanya wartawan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tak lama kemudian, ia melontarkan candaan.

"Saya jadi ikatan wartawan saja," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Sebelumnya, media internasional Devex melaporkan Budi merupakan salah satu nama yang disebut-sebut berpeluang menjadi Dirjen WHO berikutnya. Dilaporkan, dalam wawancara dengan Devex di sela-sela World Health Assembly ke-79 di Jenewa, BGS mengaku sudah membicarakan peluang tersebut dengan Presiden Prabowo Subianto.

Meski begitu, ia menegaskan pencalonan Direktur Jenderal WHO bukan keputusan individu, melainkan harus diajukan secara resmi oleh negara.

"Saya akan mengonfirmasi setelah negara mengirimkan surat resmi, karena menjadi Direktur Jenderal WHO bukan pengajuan individu, melainkan harus diajukan oleh negara," kata BGS, lapor Devex.

Ia juga mengungkapkan Presiden Prabowo telah membahas peluang tersebut dengannya dan merasa bangga jika Indonesia dapat mengambil peran lebih besar di tingkat global.

Nama BGS juga muncul dalam laporan Health Policy Watch. Media itu menyebut Menteri Kesehatan Indonesia menjadi salah satu kandidat yang diperhitungkan untuk memimpin WHO di tengah tantangan pembiayaan dan reformasi organisasi.

Laporan tersebut menyoroti latar belakang Budi sebagai mantan bankir yang dinilai memiliki kemampuan pengelolaan keuangan yang dibutuhkan WHO. Selain itu, reformasi sistem kesehatan dan digitalisasi layanan kesehatan yang dilakukan Indonesia pascapandemi COVID-19 juga disebut menjadi nilai tambah.

Sejumlah sumber internasional bahkan menyebut Budi mendapat dukungan dari sejumlah negara Asia dan dinilai berpotensi menjadi jembatan antara negara-negara berkembang dan negara maju dalam mendorong reformasi WHO.

Jika nantinya resmi maju dan terpilih, BGS akan menjadi orang Indonesia pertama yang memimpin salah satu badan khusus utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads