Gejala Ginjal Rusak Bisa Dilihat dari Urine, Ini Tanda-Tandanya

Gejala Ginjal Rusak Bisa Dilihat dari Urine, Ini Tanda-Tandanya

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Rabu, 24 Jun 2026 15:02 WIB
Gejala Ginjal Rusak Bisa Dilihat dari Urine, Ini Tanda-Tandanya
Foto ilustrasi: Getty Images/herraez
Jakarta -

Ginjal berfungsi sebagai organ penting yang menyaring darah dan menjaga keseimbangan cairan serta zat kimia dalam tubuh. Organ ini menyaring limbah metabolisme dan racun dari darah, lalu membuangnya dalam bentuk urine.

Apabila fungsinya menurun, ginjal tak lagi efektif dalam menyaring racun di dalam tubuh. Akibatnya, racun akan terus menumpuk dan bisa berakibat fatal. Adapun ginjal yang bermasalah bisa terdeteksi dari air urine yang dikeluarkan.

Warna urine yang normal berkisar dari kuning pucat hingga kuning tua, tergantung hidrasi tubuh. Dikutip dari National Foundation, berikut beberapa ciri ginjal bermasalah yang bisa terlihat dari urine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Urine Merah atau Cokelat Tua

Jika urine tampak merah atau cokelat seperti teh, sebaiknya tidak panik, tetapi segera periksa ke dokter. Kondisi ini memang bisa disebabkan oleh makanan atau obat tertentu, namun juga dapat menandakan adanya darah dalam urine (hematuria).

ADVERTISEMENT

Adapun darah dalam urine, terjadi ketika filter ginjal atau bagian lain dari saluran kemih tidak berfungsi dengan benar atau rusak.

Hematuria terbagi menjadi dua:

  1. Hematuria mikroskopis: darah tidak terlihat, hanya terdeteksi lewat pemeriksaan urine
  2. Hematuria makroskopis: urine tampak merah atau gelap seperti teh

Urine Berbusa atau Berbuih

Urine berbusa kadang terjadi karena aliran urine yang deras mengenai air toilet, terutama jika kandung kemih sangat penuh.

Namun, jika busa sering muncul dan tidak hilang, bisa menjadi tanda adanya protein dalam urine (proteinuria/albuminuria). Normalnya, ginjal menyaring limbah dan mempertahankan protein dalam darah. Jika ginjal rusak, protein bisa ikut keluar melalui urine.

Meski begitu, urine berbusa tidak selalu berarti penyakit ginjal. Untuk memastikan, diperlukan pemeriksaan urine laboratorium. Jika hasilnya berulang positif, dokter mungkin akan melakukan tes lanjutan seperti tes darah atau Estimated Glomerular Filtration Rate (eGFR) atau pemeriksaan lain.

Urine Berbau Tidak Biasa

Perubahan bau urine tidak selalu berbahaya. Bisa disebabkan oleh:

  • Kurang minum (dehidrasi)
  • Makanan tertentu seperti asparagus atau kubis Brussel

Namun, jika bau sangat menyengat dan menetap, sebaiknya diperiksa lebih lanjut.

Kapan Perlu Tes Urine?

Pemeriksaan urine tidak hanya dilakukan saat ada keluhan. Tes rutin saat medical check-up penting untuk mendeteksi penyakit sejak dini.

Banyak kasus gangguan ginjal tidak menimbulkan gejala pada awalnya. Karena itu, pemeriksaan berkala sangat penting agar penyakit bisa terdeteksi sebelum terlambat.

Jika melihat perubahan pada urine seperti warna, bau, atau busa yang tidak biasa, segera konsultasikan ke tenaga kesehatan.

Halaman 2 dari 2
(suc/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads