Detail Hasil Investigasi Kematian dr Icha Tak Dipublikasi, Kemenkes: Wewenang Kepolisian

Detail Hasil Investigasi Kematian dr Icha Tak Dipublikasi, Kemenkes: Wewenang Kepolisian

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Jumat, 03 Jul 2026 16:21 WIB
Detail Hasil Investigasi Kematian dr Icha Tak Dipublikasi, Kemenkes: Wewenang Kepolisian
Foto ilustrasi: Getty Images/iStockphoto/Andrei Vasilev
Jakarta -

Kasus tragis yang menimpa almarhumah dr Eliza Princila Utami atau dr Icha di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), menjadi perhatian publik. Direktur Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (Dirjen SDMK) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Yuli Farianti mengungkapkan turut belasungkawa atas kematian dr Icha.

Selain itu, kasus tersebut sudah diinvestigasi yang diawasi oleh pemerintah daerah, pusat, Kemenkes, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) NTT, dan Konsil Kesehatan Indonesia karena terkait dengan pembinaan keprofesian.

"Untuk itu dalam kesempatan ini, mari kita semua khususnya di pemerintahan pusat dan daerah, setiap tenaga medis dan tenaga kesehatan itu dipastikan mendapatkan perlindungan, keamanan, dan lingkungan kerja yang aman dan bermartabat," ungkap Yuli dalam konferensi pers daring, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Meski investigasi telah dilakukan, Kemenkes tidak bisa memberikan detail hasilnya. Sebab, kasus dr Icha ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian.

"Jadi nanti kemenkes ini, investigasi ini tidak membuka secara detail hasil investigasi ini. Dikarenakan kasus ini sudah masuk ke dalam penyelidikan kepolisian," bebernya.

ADVERTISEMENT

Maka dari itu, Kemenkes hanya memberikan hasil investigasi tersebut agar mendapatkan atensi dari pihak kepolisian.

Yuli menekankan bahwa kasus yang melibatkan dr Icha ini berbeda dengan kasus yang sebelumnya ditangani Kemenkes. Yakni kasus yang berkaitan dengan dr Mytha.

"Beda sekali dengan investigasi yang kita lakukan pada saat kematian atau meninggalnya dr Mytha," tutur Yuli.

Dari hasil investigasi yang dipublikasikan saat ini, Kemenkes menemukan adanya dugaan perlakuan kekerasan verbal dan intimidasi yang dilakukan oknum masyarakat kepada dr Icha.

Selain itu, Kemenkes juga menyesalkan koordinasi yang buruk antara Fasyankes, Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Pemerintah Daerah (Pemda) terkait pengawasan dan perlindungan tenaga medis dan tenaga kesehatan.

"Jadi sistem di daerah tidak berjalan. Pada saat tenaga medis dan tenaga kesehatan perlu dilindungi, perlu dirangkul dan kemudian perlu dilakukan langsung intervensi, ini tidak berjalan koordinasinya," kata Yuli.

"Kami melihat itu ada gap yang sangat besar. Justru ini yang perlu kita perbaiki ke depan," tegasnya.



(sao/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads