WHO Nyatakan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Telah Berakhir

WHO Nyatakan Wabah Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Telah Berakhir

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Jumat, 03 Jul 2026 21:54 WIB
People in personal protective suits on board the cruise ship MV Hondius, which was affected by a hantavirus outbreak, after it arrived at the Port of Rotterdam, where Dutch authorities are preparing quarantine arrangements, in Rotterdam, Netherlands,
Foto: REUTERS/Yves Herman
Jakarta -

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mendeklarasikan bahwa wabah Hantavirus yang sempat merebak di kapal pesiar MV Hondius telah berakhir. Keputusan ini diambil setelah kontak terakhir dari orang yang terpapar dinyatakan negatif dan menyelesaikan masa karantina mereka.

Secara total, wabah ini menginfeksi 13 orang dan menyebabkan 3 orang di antaranya meninggal dunia. Kasus ini menjadi perhatian serius para epidemiolog karena melibatkan galur (strain) Andes hantavirus yang langka, yang biasanya hanya bersirkulasi di wilayah Argentina dan Chile.

Hari ini, kontak terakhir dari orang yang terpapar hantavirus di kapal pesiar MV Hondius telah menyelesaikan masa karantina mereka, dinyatakan negatif, dan kembali ke rumah," ujar Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam unggahannya dikutip Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tedros menambahkan bahwa tidak ada lagi laporan kasus baru yang masuk sejak 25 Mei. Oleh karena itu, WHO secara resmi menganggap rantai penularan wabah ini telah terputus total.

ADVERTISEMENT

Pelacakan Kontak Lintas Negara

Kapal pesiar eksplorasi kutub berbendera Belanda tersebut awalnya berlayar dari Ushuaia, Argentina. Rute perjalanannya melewati pulau-pulau terpencil di Samudra Atlantik Selatan, termasuk Tristan da Cunha, sebelum akhirnya menuju ke utara menuju Tenerife di Kepulauan Canary, Spanyol, tempat para penumpang diterbangkan pulang.

Kapal tersebut akhirnya bersandar di Rotterdam, Belanda. Setelah melewati proses pembersihan menyeluruh dan disinfeksi total, kapal pesiar tersebut baru diizinkan untuk kembali melaut.

Pihak otoritas kesehatan global bergerak cepat dalam menangani kasus ini. Tedros mengungkapkan bahwa lebih dari 650 kontak erat berhasil diidentifikasi dan dipantau secara ketat oleh otoritas kesehatan yang tersebar di 33 negara dan wilayah berbeda.



(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads