Ngeri! Gelombang Panas Picu 3.700 Kematian Berlebih di Prancis, Belgia, dan Belanda

Ngeri! Gelombang Panas Picu 3.700 Kematian Berlebih di Prancis, Belgia, dan Belanda

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Sabtu, 04 Jul 2026 15:06 WIB
People cool off in the Trocadero Fountains by the Eiffel Tower during high temperatures amid a heatwave in Paris, France, June 27, 2026. REUTERS/Tom Nicholson     TPX IMAGES OF THE DAY
Gelombang panas di Eropa (Foto: REUTERS/Tom Nicholson)
Jakarta -

Prancis, Belanda, dan Belgia mencatat sedikitnya 3.700 kematian berlebih (excess deaths) selama gelombang panas pada Juni yang menyebabkan suhu di berbagai wilayah Eropa melonjak drastis. Meski demikian, otoritas setempat mengingatkan bahwa angka tersebut masih bersifat sementara dan kemungkinan akan terus bertambah.

Para ahli menyebut gelombang panas yang berlangsung sekitar 20-28 Juni itu sebagai salah satu yang terburuk yang pernah tercatat di Eropa. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan gangguan pada pembangkit listrik, merusak infrastruktur, serta membebani sistem layanan kesehatan.

Para ilmuwan juga menyatakan perubahan iklim hampir dapat dipastikan menjadi penyebab utama di balik suhu ekstrem tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di Prancis, tercatat 2.025 kematian berlebih selama periode gelombang panas. Menteri Kesehatan Prancis, Stéphanie Rist, mengatakan angka kematian meningkat terutama pada kelompok usia di atas 45 tahun.

ADVERTISEMENT

Otoritas kesehatan masyarakat Prancis juga melaporkan jumlah kematian di rumah meningkat 91 persen pada 22-28 Juni dibandingkan pekan sebelumnya. Kematian di panti jompo dan fasilitas pelayanan kesehatan juga mengalami kenaikan.

"Oleh karena itu, jumlah kematian kemungkinan akan lebih tinggi daripada angka awal yang dilaporkan," kata otoritas terkait.

Data Kematian Disebut Belum Pernah Terjadi Sebelumnya

Di Belgia, Kementerian Kesehatan setempat pada Kamis melaporkan sekitar 1.200 kematian berlebih yang terjadi antara 18 hingga 29 Juni. Dari jumlah tersebut, 530 kematian terjadi pada kelompok usia 85 tahun ke atas, sedangkan sekitar 180 kematian tercatat pada kelompok usia di bawah 65 tahun.

"Kematian berlebih dalam jumlah seperti ini selama gelombang panas belum pernah terjadi sebelumnya di negara kami," ujar Kementerian Kesehatan Belgia dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, otoritas di Belanda memperkirakan gelombang panas menyebabkan sekitar 480 kematian berlebih, yang sebagian besar terjadi pada warga berusia 80 tahun ke atas.



(suc/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads