Tanda-tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Tanda-tanda Red Flag yang Harus Diwaspadai dalam Hubungan Menurut Dokter Jiwa

Elmy Tasya Khairally - detikHealth
Minggu, 05 Jul 2026 16:10 WIB
Young Asian married couple after a fight, Angry couple ignoring each other, relationship troubles.
Foto: Ilustrasi hubungan redflag (Getty Images/Filmstax)
Jakarta -

Menjalin hubungan yang sehat seharusnya memberikan rasa aman, nyaman, dan saling mendukung. Namun, tidak semua hubungan berjalan seperti itu.

Ada kalanya seseorang justru terjebak dalam hubungan yang dipenuhi perilaku merugikan, tetapi sulit disadari. Menurut spesialis kejiwaan, dr Erickson Arthur S, SpKJ, penting untuk mengenali seperti apa hubungan yang dijalani sejak awal.

"Relasi harus dibangun atas kesamaan. Semuanya equal, jangan satu merasa superior, satu lebih inverior atau di bawah, perlu dibangun komunikasi yang baik," kata dr Erick dalam program detikSore, Jumat (3/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, penting untuk mengenali tanda-tanda red flag yang menunjukkan pola perilaku tidak sehat dalam hubungan, baik pada tahap awal maupun ketika hubungan sudah berjalan lebih lama. Pada tahap awal, hubungan yang terasa berkembang terlalu cepat dapat menjadi tanda yang perlu diwaspadai. Misalnya, pasangan melakukan love bombing sejak awal pendekatan.

"Hubungan itu terasa begitu cepat, kata-kata yang manis, udah langsung cepat nembak, semuanya tuh seolah terjaid terlalu cepat, itu di awal harus kita evaluasi," ungkap dr Erick.

ADVERTISEMENT

"Nggak ada, kan, yang secepat itu, karena semua perlu proses. Jangan-jangan dia punya maksud dan tujuan lain," tambahnya.


Sementara itu, pada tahap hubungan yang lebih lanjut, red flag dapat terlihat ketika pasangan mulai memaksakan kehendak, mengontrol, atau membatasi pasangannya.

"Sosmed (pasangannya) sering-sering dilihat, setiap detik setiap menit dia harus tahu di mana itu sebenarnya harus kita evaluasi juga," ungkap dr Erick.

Tanda lain yang juga perlu disadari adalah ketika seseorang merasa terkekang selama menjalin hubungan atau merasa tidak lagi menjadi dirinya sendiri.

"Misalnya, kok saat pacaran saya merasa diri saya yang sebelumnya hilang, ya? Itu juga perlu kita evaluasi," jelasnya.

Meski demikian, dr Erick menegaskan bahwa red flag bukan berarti hubungan harus langsung diakhiri.

"Bukan berarti kita nggak boleh melanjutkan hubungan itu. Tapi, red flag kita jadikan bahan evaluasi. Ada alarm di situ," katanya.

Halaman 2 dari 2
(elk/elk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads