Hampir 50 orang dengan lebih dari 30 kasus di antaranya anak-anak, harus dirawat di rumah sakit imbas wabah salmonella yang diduga berkaitan dengan mi instan rasa ayam.
Wabah ini dilaporkan bermula pada November tahun lalu. Hingga 27 Juni tahun ini, tercatat 106 kasus salmonella di 14 negara, termasuk Inggris.
Badan keamanan pangan Eropa dan European Centre for Disease Prevention and Control (ECDC) menyatakan produk mi berbumbu merupakan sumber yang paling mungkin dari wabah infeksi lintas negara yang masih berlangsung, dengan bukti yang mengaitkan kasus-kasus tersebut, berasal dari produk dari merek yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meski tidak menyebut nama produsennya, kasus yang terkait dengan strain Salmonella Stanley ditelusuri berasal dari produsen di Ukraina.
Dalam pernyataan pekan lalu, perusahaan internasional Reeva Foods mengatakan terdapat dugaan temuan salmonella pada salah satu batch mi instannya yang diproduksi oleh perusahaan Ukraina, Euro Food Service.
Perusahaan menyatakan telah menarik batch produk tersebut dari peredaran dan meluncurkan investigasi internal.
"Keselamatan konsumen adalah prioritas utama kami," kata Reva Foods, dikutip dari Mirror.
Dari total 106 kasus, sekitar 49 orang harus menjalani perawatan di rumah sakit, menurut ECDC.
Dari jumlah tersebut, 33 kasus dilaporkan pada anak-anak berusia di bawah 10 tahun.
Apa Itu Wabah Salmonella?
Salmonella merupakan jenis bakteri penyebab keracunan makanan.
Seseorang umumnya terinfeksi setelah mengonsumsi makanan yang terkontaminasi, seperti daging mentah atau kurang matang, unggas, telur mentah, serta susu yang tidak dipasteurisasi.
Gejala yang umum muncul meliputi diare, kram perut, mual, muntah, dan demam. Gejala biasanya muncul dalam waktu 12 hingga 36 jam setelah terpapar.
Sejauh ini, kasus telah dilaporkan di Austria, Inggris, Denmark, Estonia, Republik Ceko, Prancis, Jerman, Hungaria, Latvia, Lithuania, Belanda, Norwegia, Polandia, dan Swedia.
Denmark menjadi negara pertama yang melaporkan kasus infeksi akibat strain Salmonella Stanley ST2045.
Pasien di Denmark, Estonia, Jerman, Latvia, dan Lithuania diketahui sama-sama mengonsumsi mi instan cup berbumbu dari merek yang sama.
Namun, jenis salmonella lain juga ditemukan pada sejumlah produk, yang mengindikasikan kemungkinan terdapat lebih dari satu sumber kontaminasi.
"Penyebab utama dan titik terjadinya kontaminasi hingga saat ini belum dapat dipastikan, sehingga penyelidikan lebih lanjut masih diperlukan."
"Lantaran produk ini memiliki masa simpan yang panjang, produk tersebut masih dapat menimbulkan risiko karena bisa disimpan di dapur rumah tangga dalam waktu lama. Artinya, masih mungkin akan muncul kasus-kasus baru."
Otoritas kesehatan meyakini mi instan rasa ayam dari satu merek tertentu merupakan sumber infeksi yang paling mungkin.










































