Pertama di Indonesia, Siloam Asri Jalankan Transplantasi Ginjal Robotik

Pertama di Indonesia, Siloam Asri Jalankan Transplantasi Ginjal Robotik

Fara difa Alfeni - detikHealth
Selasa, 07 Jul 2026 11:47 WIB
Pertama di Indonesia, Siloam Asri Jalankan Transplantasi Ginjal Robotik
Foto: Siloam Hospitals
Jakarta -

Siloam Hospitals Asri bersama Asan Medical Center Korea Selatan berhasil melaksanakan transplantasi ginjal robotik pertama di Indonesia. Keberhasilan tersebut menjadi tonggak baru dalam pengembangan layanan transplantasi organ di Tanah Air melalui pemanfaatan teknologi bedah robotik yang menghadirkan presisi lebih tinggi dan diharapkan memberikan hasil klinis yang lebih baik bagi pasien.

"Pelaksanaan transplantasi ginjal robotik ini merupakan bagian dari komitmen Siloam Hospitals Asri, yang bekerja sama dengan Asan Medical Center dalam menghadirkan inovasi teknologi kesehatan yang dapat meningkatkan kualitas layanan transplantasi ginjal di Indonesia," dikutip dalam keterangan tertulis, Selasa (7/7/2026).

Prosedur tersebut dilakukan pada 5 Juni 2026 di Siloam Hospitals Asri oleh tim urologi yang dipimpin Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K) bersama sejumlah dokter spesialis lainnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Pelaksanaan operasi juga mendapat supervisi dan pendampingan langsung dari tim ahli transplantasi dan bedah robotik Asan Medical Center sebagai bagian dari kolaborasi dalam transfer pengetahuan serta penerapan standar praktik internasional.

Pasien yang menjalani tindakan merupakan pria berusia 57 tahun dengan penyakit ginjal stadium akhir akibat hipertensi. Sebelum menjalani transplantasi, pasien diketahui telah menjalani hemodialisis rutin dua kali setiap pekan sejak didiagnosis mengalami gangguan ginjal pada Juli 2025.

ADVERTISEMENT

Dibandingkan metode operasi konvensional, transplantasi ginjal berbantuan robot menawarkan sejumlah keunggulan, mulai dari visualisasi tiga dimensi yang lebih jelas, instrumen bedah yang lebih fleksibel, sayatan yang lebih kecil, hingga risiko perdarahan dan nyeri pascaoperasi yang lebih rendah. Teknologi ini juga dinilai memberikan manfaat lebih besar bagi pasien obesitas maupun penyandang diabetes melitus.

Operasi dilakukan menggunakan sistem bedah robotik yang memungkinkan dokter mengendalikan instrumen dengan tingkat akurasi tinggi melalui konsol khusus. Selama prosedur berlangsung, tim medis dari Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center bekerja sama untuk memastikan seluruh tahapan operasi berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas internasional.

Pemimpin operasi, Prof. DR. dr. Nur Rasyid, Sp.U(K), mengatakan keberhasilan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia menjadi pencapaian penting bagi tim bedah sekaligus dunia kesehatan nasional.

"Keberhasilan pelaksanaan transplantasi ginjal berbantuan robot pertama di Indonesia ini menjadi tonggak penting bagi tim bedah kami, sekaligus bagi inovasi layanan kesehatan di Indonesia. Pencapaian ini mencerminkan kuatnya kolaborasi multidisiplin serta komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang lebih aman dan presisi bagi pasien," ujarnya.

Kondisi pasien setelah operasi dilaporkan baik. Evaluasi klinis menunjukkan fungsi ginjal mengalami peningkatan sesuai harapan, disertai produksi urine yang mencapai target sebagai salah satu indikator awal keberhasilan transplantasi. Hasil tersebut menunjukkan efektivitas penerapan teknologi bedah robotik yang didukung kolaborasi antara Siloam Hospitals Asri dan Asan Medical Center.

Menurut Prof. Nur Rasyid, kolaborasi tersebut bukan hanya berfokus pada pemanfaatan teknologi, tetapi juga menghadirkan layanan kesehatan yang semakin berkualitas, terintegrasi, dan dapat diakses masyarakat Indonesia. Ia berharap pencapaian tersebut menjadi langkah awal bagi pengembangan layanan transplantasi ginjal berbantuan robot secara lebih luas di Indonesia.



(ega/ega)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads