Keji! Dihalangi Tentara Israel, Bayi 4 Bulan Meninggal di Dalam Ambulans

Keji! Dihalangi Tentara Israel, Bayi 4 Bulan Meninggal di Dalam Ambulans

Khadijah Nur Azizah - detikHealth
Selasa, 07 Jul 2026 20:02 WIB
Tamer Abu Zaho, who tried to deliver bread, medicines and diapers to his mother, who is trapped inside a Jenin hospital amid an Israeli raid, stands, in the Israeli-occupied West Bank, January 22, 2025. REUTERS/Ammar Awad
Foto: REUTERS/Ammar Awad
Jakarta -

Seorang bayi laki-laki asal Palestina yang baru berusia empat bulan dilaporkan meninggal dunia setelah ambulans yang membawanya tertahan di pos pemeriksaan (checkpoint) militer Israel di sebelah barat Ramallah. Di lokasi terpisah di Tepi Barat yang diduduki, seorang remaja berusia 16 tahun juga tewas setelah ditembak oleh pasukan Israel.

Diberitakan Al Jazeera, Gubernur Ramallah dan el-Bireh, Laila Ghannam, mengonfirmasi lewat pernyataan resmi bahwa tim dokter di Rumah Sakit Spesialis Arab telah menyatakan meninggalnya bayi bernama Ahmad Marouf Zeid tersebut pada Minggu malam waktu setempat.

Nyawa Ahmad tidak tertolong setelah pasukan Israel mencegah proses transfer medisnya ke rumah sakit selama lebih dari satu jam, padahal kondisinya saat itu sudah sangat kritis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ghannam menambahkan, tentara Israel bahkan sempat menembakkan gas air mata untuk membubarkan warga Palestina yang mencoba membantu meloloskan ambulans tersebut melewati pos pemeriksaan di pintu masuk desa Deir Ammar.

"Apa yang terjadi pada Ahmad, anak laki-laki satu-satunya di keluarga tersebut, adalah sebuah noda pada hati nurani kemanusiaan," tegas Ghannam.

ADVERTISEMENT

Ia menyebut insiden ini sebagai bagian dari kebijakan sistematis yang sengaja membatasi kebebasan bergerak warga Palestina serta menghalangi akses mereka terhadap layanan kesehatan, yang merupakan pelanggaran nyata terhadap hak-hak dasar manusia.

Remaja 16 Tahun Tewas Ditembak

Kekerasan di Tepi Barat tidak berhenti di situ. Kementerian Kesehatan Palestina melaporkan bahwa pasukan Israel juga menembak mati seorang remaja laki-laki berusia 16 tahun di kamp pengungsi Qalandiya, dekat Ramallah. Dalam insiden yang sama pada hari Minggu tersebut, dua remaja lainnya yang masing-masing baru berusia 14 tahun dilaporkan mengalami luka-luka.

Gelombang kekerasan di Tepi Barat terus melonjak tajam sejak konflik bersenjata berskala besar pecah di Gaza. Berdasarkan data resmi Kementerian Kesehatan Palestina, pasukan Israel dan kelompok pemukim telah menewaskan sedikitnya 1.087 warga Palestina di wilayah Tepi Barat sejak Oktober 2023.

Serangan Udara di Gaza Pasca-Gencatan Senjata

Sementara itu di Jalur Gaza, sebuah drone milik militer Israel menargetkan kerumunan warga Palestina di Jalan Omar al-Mukhtar, pusat Kota Gaza. Otoritas kesehatan setempat mengonfirmasi serangan tersebut menewaskan sedikitnya dua orang dan melukai beberapa warga lainnya yang berada di lokasi kejadian.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan bahwa serangkaian pelanggaran yang dilakukan oleh tentara Israel terhadap kesepakatan gencatan senjata dengan Hamas, yang mulai berlaku sejak Oktober lalu, telah merenggut 1.066 korban jiwa dan menyebabkan 3.445 orang lainnya luka-luka.

Hingga saat ini, total korban tewas dari pihak Palestina sejak pecahnya perang pada Oktober 2023 kini telah mencapai angka 73.090 jiwa, sementara korban luka-luka dilaporkan menyentuh angka 173.550 orang.

Halaman 2 dari 2
(kna/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads