Dokter Wanti-wanti Urine Terlalu Jernih Tak Selalu Sehat, Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal

Dokter Wanti-wanti Urine Terlalu Jernih Tak Selalu Sehat, Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal

Sarah Oktaviani Alam - detikHealth
Rabu, 08 Jul 2026 18:10 WIB
Dokter Wanti-wanti Urine Terlalu Jernih Tak Selalu Sehat, Bisa Jadi Tanda Gangguan Ginjal
Foto ilustrasi: Getty Images/herraez
Jakarta -

Banyak orang percaya semakin banyak minum air putih hingga urine berwarna jernih berarti tubuh semakin sehat. Namun, pakar urologi dr Wong Si-gong mengingatkan anggapan tersebut tidak selalu benar.

Dikutip dari The Standard, urine yang terlalu jernih atau transparan secara terus-menerus justru bisa menjadi tanda adanya gangguan pada fungsi ginjal.

Menurut dr Wong, warna urine merupakan salah satu indikator metabolisme dan kinerja ginjal. Urine yang terus-menerus bening dapat menandakan tubuh mengalami kelebihan cairan (overhidrasi), sehingga ginjal harus bekerja lebih keras untuk membuang kelebihan air.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kondisi tersebut juga dapat menyebabkan ketidakseimbangan elektrolit atau hiponatremia, yakni kadar natrium dalam darah yang terlalu rendah. Gejalanya meliputi pusing, mual, lemas, hingga kejang.

ADVERTISEMENT

Penyebab Urine Terlalu Jernih

Apabila urine yang sangat jernih disertai keluhan seperti sering buang air kecil atau terbangun lebih dari dua kali pada malam hari untuk buang air kecil (nokturia), dr Wong mengatakan ada beberapa kemungkinan penyebabnya, antara lain:

  1. Overhidrasi: Intoksikasi air akibat minum berlebihan yang membebani ginjal.
  2. Efek Samping: Konsumsi obat diuretik, kafein, atau alkohol.
  3. Diabetes: Kadar gula darah tinggi memicu peningkatan volume urine (poliuria).
  4. Penyakit Ginjal Kronis Stadium Awal: Penurunan kemampuan ginjal dalam mengonsentrasi urine.

Untuk memastikan penyebabnya, dr Wong menyarankan pemeriksaan fungsi ginjal, seperti tes kreatinin serum, protein urine, dan elektrolit darah.

Ia juga menegaskan bahwa kunci hidrasi sehat bukan mengejar urine yang benar-benar bening, melainkan menjaga kestabilan metabolisme tubuh. Fungsi ginjal dinilai beroperasi normal dan seimbang jika urine menunjukkan 2 warna, yakni kuning pucat dan kuning muda (seperti warna jerami).



(sao/suc)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads