Sefatal Ini Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, Efeknya Bukan Cuma ke Paru-paru

Sefatal Ini Dampak Kebakaran TPA Jatiwaringin, Efeknya Bukan Cuma ke Paru-paru

Suci Risanti Rahmadania - detikHealth
Kamis, 09 Jul 2026 07:44 WIB
Petugas gabungan terus berupaya memadamkan kebakaran di TPA Jatiwaringin, Mauk, Kabupaten Tangerang, Banten, Jumat (3/7/2026).
Foto: Andhika Prasetia/detikFoto
Jakarta -

Spesialis anak dari Unit Kerja Koordinasi (UKK) Respirasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr Cynthia Centauri, SpA(K), Subsp Resp, mengingatkan tingginya paparan polutan akibat kebakaran Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Jatiwaringin, Kabupaten Tangerang, dapat membahayakan kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.

Ia mengimbau warga yang tinggal di sekitar lokasi segera dievakuasi apabila kualitas udara sudah membahayakan kesehatan. Evakuasi perlu menjadi prioritas apabila kadar polutan di udara sudah sangat tinggi hingga mengancam keselamatan.

Menurutnya, semakin jauh jarak seseorang dari lokasi kebakaran, umumnya semakin rendah pula paparan polutan yang diterima.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memang kadar polutannya sedemikian tinggi dan padat, tidak memungkinkan untuk bernapas dan mengancam nyawa, harus dievakuasi tentunya orang-orang atau warga di sekitar tempat tersebut," ujar dr Cynthia dalam konferensi pers, Selasa (7/7/2026).

Namun, apabila evakuasi tidak memungkinkan, ia menyarankan tetap berada di dalam rumah dengan menutup ventilasi agar polusi dari luar tidak masuk ke dalam ruangan. Penggunaan air purifier juga dianjurkan jika tersedia.

ADVERTISEMENT

"Kalau memang harus keluar rumah, mungkin kita gunakan alat pelindung diri (APD). Kita cek terus bagaimana kadar polusi di luar rumah. Kita bisa pakai aplikasi," katanya.

Untuk mengurangi paparan polusi, ia juga menyarankan anak berusia di atas 3 tahun menggunakan masker saat harus beraktivitas di luar rumah karena umumnya sudah mampu menggunakannya dengan benar.

Asap Pembakaran Plastik Bisa Picu Kanker

Di sisi lain, dr Cynthia mengingatkan kebakaran di tempat pembuangan sampah memiliki risiko lebih besar karena berbagai jenis material ikut terbakar, termasuk plastik. Menurutnya, pembakaran plastik dapat menghasilkan zat berbahaya yang berdampak buruk bagi kesehatan.

"Kalau yang terbakar itu sampahnya bermacam-macam, apalagi ada sampah plastik, memang sangat berbahaya. Salah satunya menghasilkan dioksin atau furan yang risikonya sangat tinggi," ujarnya.

Ia mengatakan paparan zat tersebut tidak hanya dapat mengganggu saluran pernapasan, tetapi juga berisiko memicu gangguan saraf hingga meningkatkan risiko kanker di kemudian hari.

Adapun dampak polusi udara dapat dirasakan segera setelah terhirup, terutama pada anak yang memiliki asma atau penyakit saluran pernapasan lainnya.

"Begitu polusi udara terhirup, efeknya bisa langsung dirasakan. Terutama pada pasien yang punya asma, bisa langsung memicu serangan," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video Mitos atau Fakta: Air Purifier Bisa Bikin Udara Lebih Bersih"
[Gambas:Video 20detik] (suc/kna)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads