Nyeri Dada Saat Beraktivitas? Waspada Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda

Nyeri Dada Saat Beraktivitas? Waspada Gejala Penyakit Jantung di Usia Muda

Annisa Sekar Melati - detikHealth
Jumat, 10 Jul 2026 16:46 WIB
Nyeri Dada saat Beraktivitas? Waspada Penyakit Jantung di Usia Muda
Foto: Mayapada Hospital
Jakarta -

Banyak yang mengira penyakit jantung hanya mengintai kelompok usia lanjut. Padahal, gaya hidup modern yang dipenuhi stres, kurang tidur, pola makan tidak sehat, dan minimnya aktivitas fisik membuat risiko gangguan jantung meningkat, bahkan pada usia produktif.

Sayangnya, gejala awal seperti nyeri dada kerap dianggap sepele dan dikaitkan dengan kelelahan, asam lambung, atau nyeri otot. Padahal, pada kondisi tertentu, keluhan tersebut dapat menjadi sinyal adanya gangguan pada jantung yang memerlukan penanganan segera.

Dokter Spesialis Jantung dari Mayapada Hospital Surabaya, dr. Jeffrey D. Adipranoto, Sp. JP (K), FIHA, FESC, FSCAI, menjelaskan nyeri dada pada usia muda tetap perlu dievaluasi karena penyebabnya dapat beragam.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Nyeri dada yang muncul saat aktivitas, terjadi berulang, atau disertai gejala seperti sesak dan keringat dingin perlu diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui penyebabnya secara tepat dan menentukan langkah penanganan yang sesuai," jelas dr. Jeffrey dalam keterangan tertulis, Jumat (10/7/2026).

ADVERTISEMENT

Keluhan khas akibat gangguan jantung umumnya terasa seperti dada ditekan, tertindih benda berat, di bagian tengah dada. Rasa sakit ini bisa menjalar hingga ke bau, lengan, leher, rahang, punggung, atau ulu hati.

Gejala penyerta lainnya yang perlu diwaspadai meliputi sesak napas, keringat dingin, mual, pusing, pingsan, hingga detak jantung berdebar hebat.

Meski mirip, nyeri jantung ada bedanya dengan nyeri otot atau lambung. Nyeri otot biasanya akan berubah jika tubuh digerakkan atau area dada ditekan. Sementara itu, keluhan lambung lebih sering dipicu oleh makanan atau munculnya sensasi panas di dada. Oleh sebab itu, pemeriksaan medis mutlak diperlukan untuk memastikan diagnosis pasti.

"Risiko penyakit jantung pada usia muda tidak hanya dipengaruhi oleh faktor usia, tetapi juga berbagai faktor risiko yang sering kali berkembang tanpa disadari. Kebiasaan merokok, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kurang aktivitas fisik, hingga riwayat keluarga dengan penyakit jantung dini perlu menjadi perhatian karena dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami gangguan jantung," tambah dr. Jeffrey.

Mengingat beberapa kondisi jantung bisa berkembang tanpa memunculkan gejala khas, deteksi dini merupakan langkah vital. Menjawab kebutuhan tersebut, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan Heart & Vascular Center sebagai pusat pelayanan jantung dan pembuluh darah.

Layanan ini mengedepankan prinsip Advance Treatment, Team-Based Management, dan Emergency Excellence. Di dalamnya tersedia Cardiac Emergency 24/7 untuk penanganan gawat darurat jantung, serta Chest Pain Unit ini bahkan digratiskan apabila pasien tidak terbukti mengalami gangguan jantung.

Pasien serta keluarga juga akan mendapatkan pendampingan dari Cardiac Advisor yang membantu mengkoordinasikan jadwal, prosedur, serta informasi perawatan secara komprehensif.

Informasi lebih lanjut seputar layanan ini, masyarakat dapat menghubungi Call Center 150770, WhatsApp 0817-17-150770, dan Emergency Call 150990 atau melalui fitur emergency call di aplikasi MyCare.

Melalui MyCare, masyarakat turut dimudahkan memantau kebugaran via fitur Personal Health yang dapat menghitung detak jantung, langkah kaki, pembakaran kalori, hingga indeks massa tubuh (BMI).



(anl/ega)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads