Ramai Aplikasi 'Tracker' Siklus Haid Bocorkan Data Pengguna, Ini Temuannya

Ramai Aplikasi 'Tracker' Siklus Haid Bocorkan Data Pengguna, Ini Temuannya

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Senin, 20 Jul 2026 13:01 WIB
Siklus Haid
Foto: iStock
Jakarta -

Aplikasi pelacak siklus haid (period tracker) banyak digunakan perempuan untuk memantau menstruasi, masa subur, hingga gejala kesehatan reproduksi. Namun, penelitian terbaru mengungkap tidak semua aplikasi tersebut benar-benar menjaga privasi data penggunanya.

Laporan terbaru dari Mozilla Foundation, pengembang browser Firefox, menemukan sejumlah aplikasi pelacak haid masih membagikan data pengguna kepada perusahaan pihak ketiga, termasuk raksasa teknologi seperti Google, Meta, hingga TikTok.

Mozilla mengevaluasi enam aplikasi populer, yakni Flo, Clue, Stardust, Spot On, Period Calendar, dan Euki. Hasilnya, beberapa aplikasi dinilai memiliki perlindungan privasi yang kuat, sementara lainnya masih menyimpan celah yang berpotensi membahayakan data pengguna.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aplikasi yang Bagikan Data Kesehatan Reproduksi

ADVERTISEMENT

Dikutip dari BBC, peneliti Mozilla menemukan Stardust menjadi satu-satunya aplikasi yang membagikan data kesehatan reproduksi secara rinci ke perusahaan pengelola data bernama RudderStack. Informasi yang dikirim meliputi status kehamilan, penggunaan kontrasepsi, suasana hati, konsumsi alkohol, hingga gejala seperti nyeri payudara dan kram perut.

Padahal, Stardust di situs resminya mengklaim bahwa data pengguna bersifat pribadi.

Pihak Stardust membantah telah membagikan data yang dapat mengidentifikasi identitas pengguna. Menurut perusahaan, RudderStack hanya digunakan sebagai jalur teknis untuk mengirim data ke sistem analitik internal dan tidak diperbolehkan menyimpan maupun menjual data tersebut.

Meski demikian, Mozilla mengingatkan semakin banyak pihak yang mengakses data pengguna, semakin besar pula risiko kebocoran data maupun permintaan informasi untuk kepentingan hukum.

Google, Meta hingga TikTok Ikut Menerima Data

Selain data kesehatan, sebagian aplikasi juga mengirim informasi lain kepada perusahaan periklanan dan analitik.

Mozilla menemukan beberapa aplikasi mengirimkan nomor identitas perangkat atau informasi perangkat ke layanan milik Google, Meta, Microsoft, dan TikTok. Data tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan iklan bertarget maupun melacak aktivitas pengguna di berbagai layanan digital.

Peneliti dari Electronic Privacy Information Center (EPIC), Sara Geoghegan, mengatakan informasi sederhana seperti fakta bahwa seseorang menggunakan aplikasi pelacak haid saja sudah dapat mengungkap banyak hal.

"Data dari aplikasi pelacak haid dapat menjadi bagian dari rangkaian pengawasan yang sangat mengungkap informasi pribadi," katanya.

Pengguna Diminta Lebih Cermat

Mozilla juga mengingatkan pengguna untuk tidak hanya melihat kebijakan privasi saat ini, tetapi juga rekam jejak sebuah aplikasi.

Flo, misalnya, pernah menyelesaikan kasus dengan Komisi Perdagangan Federal (FTC) Amerika Serikat pada 2021 terkait tuduhan membagikan data sensitif pengguna kepada Meta dan Google setelah sebelumnya menjanjikan data tersebut akan tetap pribadi. Meski begitu, Mozilla mencatat praktik privasi Flo telah mengalami perbaikan dalam beberapa tahun terakhir.

Menurut Geoghegan, lemahnya perlindungan data pribadi juga dapat membuat masyarakat enggan menggunakan aplikasi kesehatan yang sebenarnya bermanfaat.

Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan pentingnya regulasi perlindungan data yang lebih kuat, terutama di Amerika Serikat yang hingga kini belum memiliki undang-undang privasi nasional seperti di Eropa.

Halaman 2 dari 2
(naf/naf)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads