Setiap anak memiliki cara belajar dan potensi kecerdasan yang berbeda. Ada yang lebih cepat memahami bahasa, ada yang senang berhitung, sementara sebagian lainnya lebih mudah belajar lewat aktivitas fisik atau permainan.
Karena itu, orang tua perlu mengenali potensi tersebut sejak dini agar stimulasi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan anak. Salah satu caranya dapat dilakukan melalui permainan yang menyenangkan.
Pengalaman itu bisa dirasakan di booth Brain Wave Zone, salah satu area interaktif dalam acara Morinaga Door Of Future: Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab di Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026). Di booth ini, anak diajak bermain sambil memberikan gambaran mengenai potensi kecerdasan yang dimilikinya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelum memasuki Brain Wave Zone, orang tua terlebih dahulu diminta mengisi kuesioner identifikasi profil kecerdasan anak. Hasil identifikasi tersebut kemudian menjadi dasar untuk menentukan permainan yang akan dicoba si kecil.
Selama anak bermain, mereka menggunakan alat yang membantu memperlihatkan aktivitas gelombang otak. Dari situ, orang tua dapat melihat bagaimana respons anak saat bermain sekaligus memperoleh gambaran mengenai stimulasi yang dapat diberikan di rumah.
Psikolog sekaligus konsultan yang mendampingi Morinaga di Brain Wave Zone, Eri Vidiyanto, mengatakan booth tersebut merupakan kelanjutan dari proses identifikasi profil kecerdasan yang dilakukan orang tua saat pertama datang ke lokasi acara.
"Sebenarnya ini salah satu alat untuk melihat gelombang otak anak ketika bermain seperti apa. Jadi awalnya orang tuanya diminta mengisi alat identifikasi kecerdasan anak, setelah itu baru datang ke Brain Wave Zone," ujar Eri kepada detikcom di Morinaga Door Of Future 'Dunia Generasi Platinum Advance Intelligence Lab', Jakarta Pusat, Sabtu (25/7/2026).
Sejumlah peserta mengikuti rangkaian acara Morinaga Dunia Generasi Platinum Event: Door of Future – Advance Intelligence Lab di The Dome, Senayan Park, Jakarta, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional tersebut menghadirkan beragam aktivitas edukatif dan interaktif yang ditujukan bagi anak-anak serta keluarga. Foto: Pradita Utama/detikFoto |
Menurut Eri, hasil identifikasi akan menunjukkan kecerdasan yang paling menonjol pada anak. Setelah itu, anak akan diarahkan memainkan permainan yang sesuai sehingga orang tua dapat melihat respons si kecil selama aktivitas berlangsung.
"Nanti ketahuan misalnya kecerdasan yang menonjol adalah bahasa. Orang tuanya memilih, oke kita simulasi kecerdasan bahasanya lewat permainan. Selama mereka bermain, dipasang alat untuk melihat bagaimana gelombang otaknya saat bermain. Nanti orang tua dapat informasi kondisi gelombang otak anaknya ketika bermain," jelas Eri.
Salah satu pengunjung, Riana (33), mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengajak putrinya, Ririn yang berusia enam tahun, mencoba Brain Wave Zone.
"Bagus sih, jadi anak anak tahu tentang motivasinya dia. Misalnya dia tahu tentang ekspresinya dia, kalau dia marah gimana, kalau dia sedih gimana. Terus ada bahasa, ada matematika, jadi dia tahu bisa pilih apa yang dia suka," kata Riana.
Menurut Riana, hasil yang ditampilkan juga menjadi bahan evaluasi bagi orang tua untuk lebih memahami perkembangan anak. Meski demikian, ia menilai hasil tersebut tidak bersifat mutlak karena dapat dipengaruhi kondisi anak saat mengikuti permainan.
Melalui booth Brain Wave Zone, bermain tidak hanya menjadi aktivitas yang menyenangkan bagi anak, tetapi juga menjadi kesempatan bagi orang tua untuk lebih memahami potensi yang dimiliki si kecil. Dengan begitu, stimulasi yang diberikan sehari hari dapat disesuaikan dengan minat dan kekuatan anak sehingga proses belajar pun terasa lebih menyenangkan.
Simak Video "Video: KemenPPPA Catat 21 Ribu Kasus Kekerasan Anak Sepanjang 2025"
[Gambas:Video 20detik] (mal/up)











































