Dokter Internsip yang Jatuh dari Apartemen Idap Masalah Mental, Minum Obat Sejak Koas

Dokter Internsip yang Jatuh dari Apartemen Idap Masalah Mental, Minum Obat Sejak Koas

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Rabu, 29 Jul 2026 18:43 WIB
Ilustrasi jenazah
Foto: Thinkstock
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mengungkap hasil investigasi terkait meninggalnya seorang dokter peserta Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) yang ditemukan meninggal setelah jatuh dari apartemen di Jakarta Selatan. Berdasarkan hasil penelusuran, dokter tersebut diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan mental sejak masih menjalani pendidikan koas.

Direktur Jenderal SDM Kesehatan Kemenkes RI, Yuli Farianti, mengatakan temuan tersebut menjadi salah satu poin penting dalam evaluasi penyelenggaraan program internsip. Menurutnya, riwayat kesehatan peserta seharusnya dapat diketahui lebih awal agar pendamping dapat memberikan pengawasan yang sesuai.

"Rupanya kita tidak tahu mereka punya riwayat sakit. Oh, semenjak koas dia mengonsumsi obat itu. Itu menjadi catatan yang harus clear," ujar Yuli dalam konferensi pers, Rabu (29/7/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yuli menjelaskan, hasil investigasi menunjukkan perlu adanya penguatan dalam tata kelola pemeriksaan kesehatan (medical check up/MCU) peserta internsip. Selama ini, hasil MCU dinilai belum dimanfaatkan secara optimal oleh wahana pendidikan.

ADVERTISEMENT

"MCU dilakukan di tempat-tempat yang tidak valid, dan kami menyarankan hasil MCU dilihat oleh wahana, bukan disimpan di laci. Kalau disimpan di laci, padahal ada catatan khusus yang terlupakan, itu menjadi masalah," katanya.

Ia menilai pendamping peserta internsip memegang peran penting dalam mendeteksi perubahan perilaku maupun kondisi kesehatan peserta selama menjalani program.

"Orang terdekat dari peserta internsip adalah pendamping. Pada saat pendamping tidak diberi tahu atau tidak ingin tahu dengan peserta internsipnya, maka akan terjadi seperti ini," ucap Yuli.

Menurutnya, apabila ditemukan perilaku atau kondisi khusus pada peserta, pendamping diharapkan segera melakukan pendalaman atau melaporkannya secara berjenjang hingga ke tingkat provinsi bila diperlukan.

"Kita harus tahu, kalau memang ada perilaku atau hal-hal khusus yang harus diperdalam. Kalau memang tidak bisa, laporkan ke provinsi, naik ke atas," imbuhnya.

Kemenkes Evaluasi Program Internsip

Yuli mengatakan sepanjang 2026 tercatat sudah ada enam peserta Program Internsip Dokter Indonesia yang meninggal dunia. Seluruh kasus tersebut telah menjadi perhatian khusus Kemenkes dan dievaluasi melalui audit medis serta investigasi bersama tim gabungan.

"Tahun ini sudah enam peserta internsip pada program tahun 2026. Kami memberikan perhatian khusus pada setiap kasus yang terjadi dan menjadi bahan evaluasi kami. Setiap kejadian telah dilakukan audit medis dan investigasi bersama tim gabungan," katanya.

Ia menegaskan hasil investigasi menunjukkan seluruh kasus kematian peserta internsip disebabkan oleh kondisi medis masing-masing dan tidak berkaitan dengan penyelenggaraan program.

"Semua karena sakit. Yang lainnya tidak ada pada proses penyelenggaraan," tegasnya.

Meski demikian, Kemenkes tetap akan memperkuat sejumlah aspek tata kelola, mulai dari pembatasan jam kerja peserta internsip di rumah sakit maupun puskesmas, hingga sistem pemantauan kesehatan peserta.

"Kita melihat ada beberapa aspek yang perlu dikuatkan. Penguatan jam kerja, kemudian pedoman pembatasan jam kerja di puskesmas seperti apa, di rumah sakit seperti apa," ujar Yuli.

Saat ini, terdapat sekitar 12 ribu peserta Program Internsip Dokter Indonesia yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Dengan jumlah peserta yang besar tersebut, Kemenkes menilai sistem pemantauan dan komunikasi harus semakin diperkuat agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

"Dengan kejadian ini saya tidak mau lagi ada yang terlewati dan tidak mau lagi ada hal-hal yang tidak kita antisipasi," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Kemenkes Buka Beasiswa demi Pemerataan Dokter Spesialis Mata "
[Gambas:Video 20detik] (naf/naf)
Investigasi Meninggalnya Dokter Internship
8 Konten
Seorang dokter peserta program internship ditemukan meninggal terjatuh dari apartemen di Jakarta Selatan. Kementerian Kesehatan mengungkap hasil investigasi awal terkait kasus tersebut.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads