Viral Nakes Hina Pasien BPJS Berujung Gaduh, Perhimpunan Humas RS Sampaikan Saran

Viral Nakes Hina Pasien BPJS Berujung Gaduh, Perhimpunan Humas RS Sampaikan Saran

Nafilah Sri Sagita K - detikHealth
Jumat, 07 Agu 2026 14:23 WIB
Ilustrasi program BPJS Kesehatan
Foto: dok. BPJS Kesehatan
Jakarta -

Perhimpunan Humas Rumah Sakit Indonesia (PERHUMASRI) angkat suara terkait meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan (29) yang viral usai menunggu penanganan di Instalasi Gawat Darurat (IGD) hingga delapan jam. Organisasi tersebut meminta peristiwa ini dijadikan momentum untuk memperbaiki sistem pelayanan dan mengembalikan empati dalam layanan kesehatan.

Dalam surat terbuka kepada masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan kesehatan, PERHUMASRI menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Yurizal. Mereka menilai kasus tersebut bukan sekadar persoalan waktu tunggu di IGD, tetapi juga menjadi cermin pelayanan kesehatan dan etika tenaga kesehatan, termasuk di ruang digital.

"Setiap pasien yang datang ke rumah sakit membawa rasa cemas, rasa sakit, dan pengharapan. Ketika empati terabaikan, baik dalam tutur kata maupun tindakan, maka hakikat utama dari pilar pelayanan kesehatan itu sendiri telah runtuh," tulis Ketua Umum Perhumasri Anjari, dalam keterangan yang diterima detikcom Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebagai langkah perbaikan, PERHUMASRI meminta seluruh rumah sakit menerapkan sistem hourly update atau pemberitahuan berkala kepada keluarga pasien yang masih menunggu antrean ruang rawat dari IGD. Dengan begitu, keluarga tidak dibiarkan berada dalam ketidakpastian ketika kapasitas rumah sakit sedang penuh.

ADVERTISEMENT

Selain itu, rumah sakit juga didorong memperkuat pelatihan komunikasi krisis, empati pelayanan, serta etika bermedia sosial bagi seluruh pegawai. PERHUMASRI juga meminta setiap rumah sakit memiliki kanal pengaduan yang responsif agar masyarakat tidak perlu meluapkan keluhan di media sosial.

Tak hanya kepada rumah sakit, pihaknya juga mengusulkan agar pemerintah membuka informasi ketersediaan tempat tidur dan alur rujukan secara real-time, serta memperkuat edukasi mengenai sistem triase IGD dan hak peserta JKN.

Anjari berharap kepergian Yurizal menjadi titik balik bagi perbaikan sistem pelayanan kesehatan.

"Penyesalan tanpa perubahan adalah kesia-siaan. Mari kita jadikan kepergian Almarhum Yurizal Tri Chaerawan sebagai titik balik bersama untuk membangun sistem pelayanan kesehatan Indonesia yang tidak hanya canggih secara medis, tetapi juga hangat, adil, dan penuh empati," tulis mereka.



Halaman 2 dari 2
(naf/naf)
Nakes Hina Pasien BPJS
37 Konten
Curhat seorang pasien BPJS Kesehatan yang menunggu 8 jam untuk rawat inap berbuah hujatan dari kalangan dokter dan nakes. Mirisnya, pasien dikabarkan meninggal tak lama setelah curhatnya viral. Makian berbalik ke para nakes yang sempat menghina.

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads