Sempat Viral Tren ASI Bubuk, Ini Pesan Pakar IDAI

World Breastfeeding Week

Sempat Viral Tren ASI Bubuk, Ini Pesan Pakar IDAI

AN Uyung Pramudiarja - detikHealth
Sabtu, 08 Agu 2026 08:52 WIB
Hands preparing a breast milk storage bag for feeding
Menyimpan ASI perah. Foto: Getty Images/Rolart Studio
Jakarta -

Teknologi untuk mengubah ASI (Air Susu Ibu) menjadi bubuk sempat jadi tren beberapa waktu yang lalu. Pakar mengingatkan, hingga saat ini belum ada bukti legal dan ilmiah terkait manfaat maupun keamanannya.

Ketua Satgas ASI Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Dr dr Naomi Esthernita Fauzia Dewanto, SpA, Subsp.Neo(K) mengatakan, pemberian ASI yang paling dianjurkan hingga saat ini adalah Direct Breast Feeding (DBF) atau menyusui langsung. Cara ini tidak hanya memastikan nutrisinya lengkap, tapi juga memberikan berbagai manfaat lain.

Menurut dr Naomi, DBF juga memungkinkan terjadinya bonding antara ibu dan bayinya. Selain itu, stimulasi motorik dan sensorik bagi otak bayi juga bisa didapat melalui interaksi selama DBF.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kalau memungkinkan, direct breast feeding adalah yang terbaik," tegas dr Naomi dalam perbincangan dengan detikcom, Jumat (7/8/2026).

ADVERTISEMENT

Menurut dr Naomi, perlu dibedakan juga antara ASI Bubuk dengan HMF (Human Milk Fortifier) yang juga tersedia dalam bentuk bubuk. Produk fortifier semacam ini memang digunakan pada kondisi khusus, misalnya pada bayi prematur di NICU (Neonatus Intensive Care Unit) di bawah pengawasan dokter.

"Jadi bayi-bayi kecil itu dengan ASI kalorinya tidak mencukupi, kita tambah dengan Human Milk Fortifier untuk menambah zat-zat tertentu sehingga pertumbuhannya optimal," terang dr Naomi.

"HMF beda, bukan ASI yang dibentuk jadi bubuk, terus apalagi diperjual belikan," tandasnya.



(up/up)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads