Insiden kekerasan di sepakbola kembali terjadi pada laga PS Sendangsari vs PS Bawuran. Kini korbannya seorang kiper amatir dari PS Sendangsari yang sedang berlaga di Lapangan Bawuran, Pleret, Bantul.
Kiper tersebut dilaporkan mengalami luka usai dipukul kepalanya dari belakang oleh oknum suporter. Atas kejadian ini, korban telah melaporkan kejadian ke pihak kepolisian.
Ketua Askab PSSI Bantul, Aris Suharyanta menyebut peristiwa di Lapangan Bawuran itu terjadi pada Sabtu (8/8) sore.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Menurut info, yang melakukan pemukulan bukan penggemar sepak bola. Jadi Askab mendorong itu termasuk pelanggaran," katanya kepada wartawan di Bantul, dikutip dari detikJogja Selasa (11/8/2026).
Di sisi lain, Aris meminta jangan lagi kejadian serupa terulang kembali. Mengingat klub-klub yang menjadi peserta Liga Bantul 2026 sudah berkomitmen untuk tidak melanggar aturan.
"Kejadian seperti ini jangan sampai terjadi lagi, dan kami sudah ada komitmen dengan klub-klub yang mengikuti," ucapnya.
Risiko Cedera Imbas Pukulan di Kepala
Ditanya mengenai hal ini, dokter spesialis neurologi dr Daniel Thomas Suryadisastra, SpN FMIN RPSGT AIFO-K dari Siloam Hospital Lippo Village mengatakan benturan atau pukulan di kepala bisa dikatakan berbahaya.
"Namanya cedera kepala. Bisa dibagi dari derajat ringan yang berupa memar atau benjol di kulit, sedang sampai berat bila ada kerusakan jaringan dari tengkorak sampai jaringan dalam otak seperti pembuluh darah pecah, otak bengkak sampai koma," kata dr Daniel saat dihubungi detikcom, Selasa (11/8/2026).
Dalam kondisi berat, dr Daniel mengatakan korban pemukulan di bagian kepala bisa saja mengalami kelumpuhan bahkan kematian.
"Bahkan sampai meninggal bisa," katanya.
Terkait mengapa korban sampai tersungkur, dr Daniel mengatakan bahwa ini dipengaruhi oleh saraf motorik yang terganggu akibat pukulan itu sendiri, salah satunya adalah kelemahan di kaki.
"Karena di dalam kepala itu terdapat otak yang merupakan pusat dari susunan saraf (inti dari pusat motorik yg pengaruh ke anggota gerak) jadi bila ada gangguan ya bisa terjadi kelemahan (bisa sesaat atau menetap)," tutupnya.
Simak Video "Video: Melek Bencana, Sosok di Balik Website Pantau Abu Vulkanik"
[Gambas:Video 20detik] (dpy/up)










































